DetailNews.id, Tarakan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan melakukan audiensi dan koordinasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Laskar Pemuda Adat Dayak (DPC LPADKT) Kota Tarakan.
Pertemuan yang digelar di Sekretariat DPC LPADKT Kota Tarakan, Jumat (2/10/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat komunikasi dan sinergi dengan organisasi masyarakat dalam rangka konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu.
Rombongan Bawaslu Kota Tarakan dipimpin langsung Ketua Bawaslu, Riswanto, S.Pd. Kedatangan Bawaslu disambut Ketua DPC LPADKT Kota Tarakan Robinson Usat bersama jajaran pengurus.
Robinson menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, pertemuan antara penyelenggara pemilu dan organisasi masyarakat penting untuk membuka ruang komunikasi serta membangun pemahaman bersama mengenai peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
“Kami menyambut baik audiensi Bawaslu Kota Tarakan. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk membangun silaturahmi dan komunikasi antara Bawaslu dengan organisasi masyarakat,” ujar Robinson.
Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan melalui koordinasi dan dialog secara berkelanjutan.

“Kami berharap komunikasi dan sinergi ini terus berjalan. Organisasi masyarakat tentu memiliki peran dalam menyampaikan aspirasi masyarakat serta ikut menjaga suasana yang kondusif,” katanya.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026 tentang Konsolidasi Demokrasi dalam rangka memperkuat penyelenggaraan pemilihan umum di luar tahapan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tarakan mendorong penguatan silaturahmi dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilukada mendatang.
Selain memperkuat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, termasuk menjaga komunikasi dan kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan organisasi masyarakat.
Robinson menegaskan, LPADKT Kota Tarakan terbuka terhadap ruang dialog yang dapat memperkuat hubungan antara organisasi masyarakat dan penyelenggara pemilu.
“Yang terpenting adalah komunikasi tetap terbuka dan kita bersama-sama menjaga partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi,” pesannya.
Peliput: Raden




