DetailNews.id, Bolsel — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mendorong penguatan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Upaya tersebut dilakukan melalui pembekalan pengendalian konflik kepentingan bagi tenaga pendidik guna mencegah potensi penyimpangan dan praktik korupsi di lingkungan sekolah.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Bolsel, Ny. Lasya Mamonto, S.Pt., M.E., menjadi salah satu narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi melalui Digitalisasi Pembelajaran serta Peningkatan Tata Kelola Sekolah Berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bolsel.
Kegiatan yang diikuti ratusan tenaga pendidik tersebut berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Kota Manado, Rabu (7/10/2026). Dalam kegiatan itu, Lasya hadir sebagai Penyuluh Antikorupsi tersertifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).
Dalam pemaparannya bertajuk “Pengendalian Konflik Kepentingan pada Satuan Dinas Pendidikan”, Lasya menekankan pentingnya mengenali, mengungkapkan, dan memitigasi konflik kepentingan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, penerapan prinsip transparansi dan integritas menjadi kunci untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pendidikan.
Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah aspek tata kelola sekolah perlu mendapat perhatian serius, mulai dari pengadaan barang dan jasa, pengelolaan bantuan atau hibah, penyaluran beasiswa, hingga mutasi dan penugasan tenaga kependidikan. Pengawasan yang baik diperlukan agar keputusan yang diambil tetap objektif dan tidak dipengaruhi kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Konflik kepentingan adalah kondisi risiko yang harus dikelola dengan prinsip keterbukaan, tanggung jawab pribadi, dan budaya integritas, agar tidak berkembang menjadi pelanggaran administratif maupun tindak pidana korupsi,” tegas Lasya di hadapan peserta Bimtek.
Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru dan kepala sekolah dalam menerapkan tata kelola pendidikan yang bersih dan bertanggung jawab. Penguatan integritas di satuan pendidikan juga menjadi bagian penting dari upaya membangun lingkungan belajar yang berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bolsel.
Peliput : Dodi




