DetailNews.id, Bitung — Tokoh masyarakat Kota Bitung, Richaed “Ical” Mamuntu, angkat bicara terkait tudingan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal yang dikaitkan dengan dirinya.
Ical membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pengadaan BBM yang dilakukannya memiliki dokumen administrasi dan dilakukan melalui mekanisme yang menurutnya sah.
Untuk memperkuat klarifikasinya, Ical menunjukkan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses pengadaan BBM, mulai dari Purchase Order (PO), dokumen pengiriman, faktur pajak hingga bukti pembayaran.
Menurut Ical, dokumen-dokumen tersebut menjadi dasar bahwa transaksi yang dilakukan bukan merupakan pembelian BBM secara ilegal sebagaimana tudingan yang beredar.
“Saya ingin meluruskan informasi yang berkembang. Saya memiliki dokumen lengkap terkait pengadaan BBM tersebut. Mulai dari PO, pengiriman, faktur pajak sampai bukti pembayaran semuanya ada,” ujar Ical saat dikonfirmasi wartawan Jumat, (2/10)
Ia menjelaskan, pengadaan BBM tersebut berkaitan dengan kebutuhan operasional kapal KM Jaya Sentosa 89 serta kendaraan tangki DB 8672 QL.
Ical menyebut proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan agen atau mitra resmi dalam penyaluran BBM.
“Kalau disebut ilegal, dasar ilegalnya di mana?. Karena dokumen transaksi ada, proses pengadaannya ada, dan pembayaran juga ada. Jadi jangan hanya melihat dari satu sisi kemudian langsung menyimpulkan ilegal,” tegasnya.
Ical mengatakan dirinya tidak keberatan apabila dokumen tersebut diperiksa oleh pihak berwenang.
Menurutnya, pemeriksaan justru penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Saya tidak takut diperiksa. Silakan periksa semua dokumen yang saya miliki. Saya siap mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan,” katanya.
Ical menegaskan, dirinya lebih memilih persoalan tersebut dibuktikan melalui data dan dokumen ketimbang melalui tudingan.
“Kalau ada yang mengatakan saya melakukan pelanggaran, silakan buktikan. Saya juga akan memberikan dokumen sebagai bahan pembanding. Jangan sampai opini lebih dulu dibangun, sementara fakta dan dokumen tidak diperiksa,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pengalamannya dalam bidang kelautan yang telah dijalani sejak usia muda.
“Saya sudah berkecimpung dengan kapal sejak usia 17 tahun. Saya paham bagaimana proses administrasi dan operasional kapal. Karena itu saya tidak mungkin sengaja mengabaikan aturan,” tutur Ical.
Selain membantah tudingan pembelian solar ilegal, Ical juga menyoroti pentingnya verifikasi sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Ia mengaku menghormati kerja-kerja pers dan kontrol masyarakat, namun meminta agar informasi yang menyangkut nama seseorang terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.
“Saya menghormati pers dan kritik masyarakat. Tetapi kalau menyangkut tuduhan terhadap seseorang, tentu harus ada verifikasi dan hak jawab. Saya berharap pemberitaan tidak hanya mengambil informasi dari satu pihak,” kata Ical.
Menurutnya, perbedaan antara informasi, dugaan dan fakta harus ditempatkan secara jelas agar masyarakat tidak mendapatkan kesimpulan yang keliru.
“Saya tidak mempersoalkan kalau ada yang mau mengkritik atau melakukan kontrol. Yang saya persoalkan adalah ketika tuduhan disampaikan seolah-olah sudah menjadi fakta, padahal dokumen yang sebenarnya belum diperiksa secara menyeluruh,” sambungnya.
Ical menyatakan tetap membuka ruang untuk klarifikasi dan penyelesaian secara baik.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum apabila tudingan yang dianggap tidak benar terus disebarluaskan dan berdampak terhadap nama baiknya.
“Saya ingin persoalan ini diselesaikan secara terang dan profesional. Kalau memang ada kesalahan, tunjukkan berdasarkan aturan dan dokumen. Tetapi kalau tidak ada pelanggaran, jangan kemudian saya dicap melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan,” tegasnya.
Ical berharap semua pihak mengedepankan data, dokumen dan proses verifikasi dalam melihat persoalan tersebut.
“Saya siap mempertanggungjawabkan setiap dokumen yang saya tunjukkan. Yang saya minta hanya satu: mari kita bicara berdasarkan fakta,” pungkas Ical.
Peliput : ical




