DetailNews.id, Tarakan – Peran strategis pemuda dalam menjaga persatuan dan mendorong pembangunan daerah kembali mengemuka dalam ajang Silaturahmi dan Temu Kangen Alumni KNPI Pejuang Kalimantan Utara (Kaltara).
Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, S.E., M.H., menegaskan kegiatan ini bukan sekadar reuni, melainkan momentum penting untuk merefleksikan perjuangan panjang pembentukan Kaltara sekaligus menyatukan kembali gagasan dan semangat kebersamaan.
“Ini memang temu kangen teman-teman KNPI pada masa kami dulu. Tapi lebih dari itu, ini bagian dari upaya menyatukan kembali pikiran dan semangat perjuangan yang pernah kita bangun bersama,” ujarnya di Tarakan, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, Tarakan memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan lahirnya Kaltara, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempertemukan kembali para alumni.
“Sebagian besar pergerakan dulu tidak terlepas dari Tarakan. Kita berjuang bersama dalam berbagai fase hingga lahirnya Kalimantan Utara. Karena itu, tanggung jawab itu tetap sama sampai sekarang,” katanya.
Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan Kaltara saat ini, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk terus menjaga dan merawat daerah.
“Kita ingin melihat sejauh mana Kaltara berkembang. Apakah semangat kebersamaan itu masih terjaga, dan bagaimana kita terus bahu-membahu membangun daerah ini,” lanjutnya.
Wempi turut mengapresiasi inisiatif penyelenggara yang berhasil menghimpun alumni lintas daerah, meski tidak semuanya bisa hadir secara langsung.
“Ini luar biasa. Bahkan dokumentasi perjuangan masa lalu bisa kita lihat kembali. Mudah-mudahan ini menjadi konstruksi besar yang bernilai bagi Kaltara ke depan,” ucapnya.
Terkait wacana pembentukan wadah alumni KNPI, ia menyambut positif sebagai bentuk keberlanjutan semangat organisasi.
“Semangat KNPI tidak pernah pudar. Walaupun kita berada di profesi yang berbeda, tanggung jawab terhadap Kaltara tetap sama,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa lahirnya Kaltara merupakan hasil perjuangan kolektif berbagai elemen, mulai dari pemuda, mahasiswa, tokoh agama, adat, hingga partai politik.
“Ini bukan perjuangan segelintir orang. Banyak pihak terlibat, dan kita ingin terus merefleksikannya,” tambahnya.
Dalam pandangannya, pembangunan Kaltara saat ini menunjukkan kemajuan signifikan, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan.
“Struktur pemerintahan sudah lengkap, perwakilan di DPR RI, DPD RI, DPRD juga sudah ada. Tinggal bagaimana semuanya berperan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk memastikan generasi muda tetap terhubung dengan semangat awal perjuangan Kaltara.
“Generasi hari ini jangan sampai terputus dari semangat itu,” katanya.
Menanggapi isu yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan agenda politik menuju Pilkada 2030, Wempi menilai hal itu sebagai tafsir yang wajar, namun tidak sesuai dengan semangat utama kegiatan.
“Kalau dikaitkan dengan politik sah-sah saja, tapi kami yang hadir tahu ini murni silaturahmi dan refleksi. Tidak mudah menyatukan orang dengan latar belakang berbeda,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada generasi muda Kaltara agar terus menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas diri.
“KNPI adalah rumah bagi anak muda. Mereka masa depan daerah dan negara. Jangan mudah dipecah belah,” pesannya.
Ia mendorong pemuda untuk aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan mampu melihat peluang di tengah persaingan.
“Siapkan SDM, lihat peluang, ambil kesempatan, dan jangan jadi penonton di daerah sendiri. Kita harus jadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.
Sebagai kepala daerah di Malinau, Wempi menegaskan komitmennya dalam membangun daerah sebagai bagian dari kontribusi terhadap kemajuan Kaltara secara keseluruhan.
“Kaltara itu satu kesatuan. Kalau Malinau maju, damai, dan sejahtera, itu juga keberhasilan Kaltara,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan, kegagalan di satu daerah akan berdampak pada citra daerah secara keseluruhan.
“Kalau Malinau gagal, itu juga kegagalan kita bersama. Ibarat tubuh, tidak akan sempurna kalau satu bagian tidak berfungsi,” pungkasnya.
Peliput: Raden





