DetailNews.id, Cilacap – LPKS Anak Bangsa (AnSA) meluncurkan program pelatihan gratis tata boga dan barista sebagai upaya membantu mengentaskan pengangguran sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku UMKM baru di Kabupaten Cilacap.
Peluncuran program tersebut berlangsung di kantor PKBM Annisa, Jalan Gatot Subroto Nomor 115 Cilacap, Senin (25/5/2026), dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari anggota DPR RI, Disnakerin, DPMPTSP, tokoh masyarakat hingga peserta pelatihan.
Kepala LPKS Anak Bangsa, Anik Ananingsih mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) yang dijalankan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Tenaga Kerja.
Menurutnya, saat ini LPKS AnSA telah memiliki tiga tenant TEFA, yakni tenant barista, tenant roti untuk kursus boga, serta konveksi untuk kursus tata busana.
“Mohon dukungan dan doa restu supaya tenant ini bisa lancar dan sukses, sesuai tujuan kami yaitu membantu mengentaskan pengangguran dan mewarnai UMKM di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih menilai kehadiran LPKS AnSA menjadi bukti kolaborasi antara masyarakat dan lembaga pendidikan dalam menciptakan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada aktivitas usaha, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, peningkatan keterampilan, dan penumbuhan jiwa kewirausahaan.
“Upaya-upaya seperti ini yang dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Cilacap yang maju, sejahtera dan berdaya saing, karena pembangunan daerah yang kuat selalu berawal dari keluarga yang mandiri dan produktif,” kata Teti.
Sementara itu, Sekretaris Disnakerin Cilacap, Hudaefah menjelaskan pelatihan tata boga dan barista diberikan secara gratis, termasuk bantuan peralatan bagi peserta.
Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat usia 15 hingga 25 tahun yang belum bekerja dan berminat mengikuti pelatihan keterampilan. Selain pelatihan praktis, peserta juga akan mendapat pendampingan merintis usaha agar mampu mandiri secara ekonomi.
Peliput : Sani






