BerandaBulunganDukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan, M4CR Salurkan Rp534 Juta untuk Usaha Masyarakat...

Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan, M4CR Salurkan Rp534 Juta untuk Usaha Masyarakat Pesisir

DetailNews.id, Bulungan – Pemulihan ekosistem mangrove harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Kementerian Kehutanan menyalurkan dukungan usaha produktif senilai sekitar Rp534 juta kepada lima kelompok masyarakat di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dukungan tersebut diberikan melalui skema matching grant untuk membantu kelompok masyarakat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mulai dari pengolahan hasil perikanan, peternakan, hingga budidaya kepiting bakau.

Bantuan disalurkan dalam bentuk sarana produksi, peralatan usaha, dan bahan baku yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) sekaligus Executive Director M4CR, Dr. Muhammad Zainal Arifin, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan rehabilitasi mangrove.

Menurutnya, program M4CR tidak hanya berfokus pada penambahan tutupan ekosistem mangrove, tetapi juga membangun ketahanan pesisir melalui pendekatan berbasis masyarakat.

“Upaya pemulihan mangrove harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui dukungan usaha produktif, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghidupan yang dapat berkembang, sekaligus tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayahnya,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, rehabilitasi mangrove perlu didukung dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan usaha produktif dan penguatan kapasitas kelompok.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari potensi sumber daya lokal.

Lima kelompok penerima bantuan tersebut terdiri atas UMKM Imbaya Bais yang mengembangkan produk stik tudai berbahan dasar kerang; Kelompok Wanita Tani Bepakot dengan produk sambal ikan asap dan bandeng tanpa duri; Kelompok Peternak Perintis yang menjalankan usaha ayam petelur; KPTN Sejahtera yang mengembangkan budidaya kepiting bakau; serta UMKM Sukses Bersama yang memproduksi sambal ebi khas Kalimantan Utara.

Dari lima kelompok penerima bantuan tersebut, tiga di antaranya merupakan kelompok perempuan. Keterlibatan perempuan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan M4CR.

Program ini menetapkan target partisipasi perempuan sekurang-kurangnya 30 persen sebagai bagian dari sasaran pembangunan program.

Dukungan usaha produktif tersebut merupakan bagian dari pendekatan M4CR yang tidak hanya berfokus pada rehabilitasi fisik mangrove, tetapi juga penguatan kelembagaan masyarakat melalui Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) serta pengembangan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, menjelaskan bahwa pendampingan dan dukungan usaha diberikan berdasarkan potensi serta kebutuhan kelompok di masing-masing wilayah.

“Setiap kelompok memiliki potensi dan tantangan usaha yang berbeda. Karena itu, dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mereka, baik berupa peralatan maupun bahan pendukung produksi. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Akhmad.

Sejak 2024, sebanyak 111 kelompok masyarakat di empat provinsi prioritas M4CR, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, telah menerima dukungan usaha produktif. Khusus di Kalimantan Utara, tercatat 25 kelompok telah mendapatkan bantuan tersebut.

Melalui dukungan ini, M4CR mendorong masyarakat pesisir tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi mangrove, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi melalui pengembangan usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Dengan demikian, pemulihan ekosistem mangrove diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments