DetailNews.id, Tarakan – Esports tidak seharusnya dipandang sebagai aktivitas yang bertentangan dengan pendidikan. Sebaliknya, olahraga elektronik dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meraih prestasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Esports Indonesia (ESI) Kalimantan Utara Razfy Dandi Wiraguna Zainal, S.H., saat menghadiri UT Tarakan Fest 2K26 Vol. 4 di Tarakan, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Dandi sapaan akrabnya, kegiatan yang menggabungkan kompetisi esports dan pendidikan menjadi langkah positif dalam mendukung perkembangan potensi anak muda di Kalimantan Utara.
“Esports dan pendidikan itu suatu hal yang bisa digabungkan, bukan suatu hal yang bisa dipisahkan. Anak-anak tetap bisa mencari prestasi dari esports, tetapi pendidikan juga harus tetap ditempuh,” ujarnya.
Dalam UT Tarakan Fest 2K26 Vol. 4, kompetisi esports menghadirkan dua kategori, yakni Mobile Legends untuk pelajar SMA, SMK, dan sederajat serta e-football untuk kategori umum.
Kegiatan yang mengusung tema “Kaltara Youthphoria: Play With Passion, Prove Your Class!” tersebut diikuti lebih dari 700 peserta dari berbagai rangkaian kegiatan, termasuk kompetisi esports dan futsal.

Dandi mengapresiasi keterlibatan UT Tarakan dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan membuka peluang lebih besar bagi atlet esports Kaltara.
Menurutnya, potensi pemain esports di Kaltara cukup besar. Bahkan, sejumlah pemain daerah telah mendapat kesempatan bergabung dengan tim esports di Jakarta.
Namun, dia menilai Kaltara masih membutuhkan pembinaan yang lebih terarah agar mampu melahirkan tim esports daerah yang dapat bersaing di tingkat nasional.
“Untuk saat ini belum ada satu tim yang benar-benar mewakili Kaltara, tetapi ada beberapa anak, mungkin dua orang, yang sempat bergabung di tim Jakarta,” kata Dandi.
Ia berharap ke depan Kaltara dapat membentuk tim esports sendiri yang mampu membawa nama daerah ke kompetisi nasional hingga internasional.
“Langkah baiknya, satu tim anak dari Kaltara bisa masuk ke Jakarta dan membangun nama Kalimantan Utara. Yang penting kita harus giat memajukan esports di Kaltara,” tambahnya.
Dandi menyebut dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan esports cukup baik. ESI Kaltara, lanjutnya, akan terus berupaya membantu pembinaan pemain agar potensi yang dimiliki anak-anak daerah dapat berkembang.
Dinas Pendidikan Apresiasi UT Tarakan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Kota Tarakan, Mustari, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi pelaksanaan UT Tarakan Fest 2K26 Vol. 4.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi siswa SMA dan SMK untuk mengembangkan kreativitas, minat, serta bakat, khususnya di bidang olahraga dan esports.
Mustari berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan cakupan peserta yang semakin luas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan bisa menjangkau lebih banyak lagi peserta di wilayah Kaltara, khususnya siswa-siswi SMA dan SMK,” ujarnya.
Ia mengakui Dinas Pendidikan memiliki keterbatasan dalam menyediakan kegiatan yang mampu mengakomodasi seluruh minat dan bakat siswa. Karena itu, kolaborasi dengan UT Tarakan dan ESI Kaltara dinilai menjadi langkah positif.
Mustari juga memastikan rangkaian kegiatan UT Tarakan Fest tidak mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah.
Kompetisi esports dilaksanakan pada akhir pekan, sementara turnamen futsal dijadwalkan berlangsung pada sore hari.
“Untuk yang ini dilaksanakan Sabtu dan Minggu. Futsal juga nantinya dilaksanakan setiap sore hari, artinya tidak akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah,” jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, UT Tarakan dan ESI Kaltara diharapkan dapat terus menghadirkan ruang kompetisi yang sehat bagi generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya atlet esports berprestasi tanpa mengesampingkan pendidikan.
Peliput: Raden




