DetailNews.id, Sulut – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghaffar Rozin melakukan silaturahmi dan dialog bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kegiatan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Selasa (11/8/2026). Pertemuan dihadiri Rois PWNU Sulawesi Utara KH Syaban Maulidin, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Utara KH Drs. Ulyas Taha, M.Pd, Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo KH Ibrahim T. Sore, M.Pd, serta para pimpinan cabang NU se-Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, KH Ibrahim T. Sore, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada KH Abdul Ghaffar Rozin. Ia juga menyampaikan bahwa rombongan dari Gorontalo datang sejak dini hari untuk menghadiri pertemuan tersebut.
“Insyaallah kami bisa memberikan dukungan untuk menjadi Ketua PBNU ke depan. Kami berharap NU senantiasa bisa lebih berjaya ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, KH Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan bahwa kedatangannya merupakan bagian dari upaya membangun silaturahmi sekaligus meminta doa dan bertukar pikiran dengan para pengurus NU di daerah.
Ia menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya lebih memilih mendengarkan berbagai masukan dari PWNU dan PCNU daripada menyampaikan visi dan misi secara sepihak.
“Meminta doa dan bertukar pikiran untuk NU yang kita cintai. Hari ini mungkin lebih tepat saya banyak mendengar masukan dari PC dibandingkan menyampaikan visi dan misi kami, tanpa mengurangi khidmat dari pertemuan ini,” kata Rozin.
Rozin mengatakan, selama ini dirinya kerap berdiskusi dengan sejumlah pimpinan wilayah NU mengenai situasi organisasi, baik melalui pertemuan tatap muka maupun secara daring.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu didorong adalah pelaksanaan Muktamar serta penyelesaian Surat Keputusan (SK) kepengurusan di tingkat PWNU maupun PCNU.
“Kami mendorong pelaksanaan Muktamar dan menyelesaikan SK kepengurusan di tingkatan PWNU dan PCNU,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Rozin juga menyinggung dinamika yang berkembang setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Menurutnya, persoalan organisasi belum sepenuhnya selesai sehingga hasil pertemuan 23 PWNU kemudian merekomendasikan gagasan mengenai poros tengah.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari prinsip-prinsip dasar yang terdapat dalam Qanun Asasi NU. Menurut Rozin, terdapat empat kata kunci yang dapat menjadi pijakan dalam melangkah, yakni ijtima, ta’aruf, ittihad, dan ta’aluf.
Keempat prinsip tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan, memperkuat persatuan, serta menjaga tradisi dan khidmat organisasi NU dalam menghadapi berbagai dinamika.
Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Utara, KH Drs. Ulyas Taha, M.Pd, dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada KH Abdul Ghaffar Rozin.
Ia mengaku gembira dengan adanya gagasan-gagasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, pemikiran yang berkembang dapat menjadi masukan inovatif bagi PWNU dan PCNU dalam menyongsong masa depan organisasi.
“Kami merasa gembira, paling tidak gagasan yang disampaikan bisa menjadi masukan yang inovatif bagi PWNU dan PCNU,” ungkapnya.
Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana dialog dan pertukaran gagasan mengenai masa depan NU, khususnya menjelang Muktamar ke-35.
Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi jajaran PWNU dan PCNU se-Sulawesi Utara dan Gorontalo untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, serta harapan terhadap kepemimpinan dan arah perjalanan NU ke depan.
Peliput : Owen




