DetailNews.id, Jember – Peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Jember menggelar aksi olahraga massal meliputi Senam Jantung Sehat Seri 3 (SJS 3), senam kreasi, hingga osteo dance untuk pencegahan osteoporosis di Lapangan Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Klub Jantung Sehat (KJS) dan Klub Jantung Remaja (KJR) se Kabupaten Jember.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Camat Tempurejo, Adi Kusnandar Zulkifli Ahmad Husein, S.H., M.M., Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan pentingnya memandang kesehatan sebagai investasi jangka panjang.
”Kegiatan senam jantung sehat ini tidak hanya ajang berkumpul dan berolahraga, tetapi mengingatkan kita tentang hal paling berharga, yaitu kesehatan. Menjaga kesehatan bukan hanya kebutuhan, melainkan investasi murah dengan manfaat luar biasa. Caranya sederhana: aktif bergerak dan berolahraga,” kutip Camat Tempurejo.
Lebih lanjut, Gus Fawait berpesan agar momentum Hari Jantung Sedunia dijadikan pemicu kesadaran masyarakat untuk rutin bergerak, menjaga pola makan, istirahat cukup, menjauhi kebiasaan berisiko, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bupati Jember juga memaparkan komitmen Pemkab Jember dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada warga melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dan Homecare. Program UHC ini meringankan dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, sedangkan Homecare menyasar kelompok rentan seperti penderita penyakit kronis, anak stunting, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas, serta lansia berkartu keluarga tunggal.
Pemkab Jember mengapresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota Yayasan Jantung Indonesia Cabang Jember yang selama ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan masyarakat untuk hidup lebih sehat, membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan adalah tanggungjawab bersama, pungkas Bupati Jember.
Sementara itu, Wakil Ketua YJI Cabang Jember, Ir. Iriane Chairani Megahwati Mirvano, A.Md., mengungkapkan bahwa peringatan tahun 2026 mengusung tema “Don’t Miss a Beat, Jangan Lewatkan Satu Detak pun”. Fokus aksi tahun ini diarahkan pada deteksi dini hipertensi serta Atrial Fibrilasi (gangguan irama jantung).
”Banyak orang merasa tubuhnya sehat padahal tekanan darahnya mencapai 160. Begitu pula gejala jantung berdebar yang kerap dianggap sepele, padahal bisa jadi itu indikasi akut pemicu utama stroke,” papar Iriane Mirvano.
Ia menghimbau masyarakat untuk rajin mengenali detak jantung baik sebelum maupun sesudah beraktivitas serta rutin mengontrol tekanan darah tanpa harus menunggu timbulnya rasa pusing.
”Kewaspadaan dan deteksi sejak dini adalah kunci utama kita dalam mencegah ancaman stroke maupun serangan jantung,” pungkas Iriane Mirvano.
Peliput : Lukman




