Senin, Februari 26, 2024
BerandaPojok SahabatIntelektual Profetik & Tranformasi Stratak Gerakan Teologi Pembebasan Sebagai Epistemologi Gerakan

Intelektual Profetik & Tranformasi Stratak Gerakan Teologi Pembebasan Sebagai Epistemologi Gerakan

DetailNews.id – Secara geneologi Intelektual, kata profetik erat kaitannya dengan sifat kenabian yang melekat pada diri manusia ideal secara basis Intelektual Profetik & Tranformasi Stratak Gerakan Teologi Pembebasan sebagai jalan Manhajul Fikr atau Metode berfikir dan bertindak manusia ideal secara basis spiritual & intelektual sehingga menjadi pelopor perubahan, pemimpin umat, sekaligus mengorganisir masyarakat kearah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan kezholiman, otoretarinisme penguasa, kebodohan serta penyelewengan Hak Asasi Manusia (HAM).

Keniscayaan seorang intelektual Profetik itu, melekat tiga misi besar pada prinsip ideologi perjuangannya yakni Misi Spiritual, Pembebasan serta Misi Kemanusiaan sebagai manivestasi gerakan teologi & kerangka Manhajul Fikr ( metode berfikir ) serta bertindak untuk membebaskann umat manusia dari belenggu penguasa yang Otoriter serta tak bermoral.

Realitas dunia diera posmodernisme dan pesatnya peradaban pengetahuan intelektual, maka sudah seyogyianya kita “mengawinkan” realitas tunggal serta tranformasi gerakan intelektual profetik dan tranformasi stratak gerakan teologi pembebasan sebagai dua kekuataan besar untuk membangun peradaban universal sekaligus Manhajul Fikr dalam menjawab tantangan dunia baru yang penuh kompleksitas; mulai dari tantangan merevolusi kepemimpinan gerakaannya diera posmodernisme saat ini.

Dari reformulasi nalar paradigmatik dan transformasi starak gerakan teologi pembebasan membangun solidaritas organik untuk menuju insan Ideal.

Ada tantangan gerakan intelektual saat ini, yang Pertama, antara upaya membuka ruang demokrasi nasional dengan harapan munculnya gejolak demokrasi arus bawah yang massif. Kedua, persoalan perubahan dinamika ekonomi politik global yang bermetamorfosis menjadi kekuatan Neo-liberal yang kuat. Ketiga, dan yang masih krusial adalah bagaimana mendesain ulang format gerakan yang lebih konstruktif dan terkonsolidasi secara massif.

Terakhir membangun Ideologi, dasar filosofi gerakan merupakan nilai-nilai yang menjadi landasan pergerakan cultural, serta mengelaborasi kekuatan kaloborasi elemen.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments