DetailNews.id, Tarakan – Upaya melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) di Kalimantan Utara mendapat mitra baru. Gerakan Kader Pemuda Kalimantan Utara untuk Migran Aman (Kapal Migran) resmi dideklarasikan dengan membawa misi memperkuat edukasi migrasi aman sekaligus membantu mencegah keberangkatan PMI secara nonprosedural.
Gerakan tersebut dinahkodai Harjo Solaika, anggota DPRD Kota Tarakan sekaligus Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Tarakan. Harjo membacakan Deklarasi Kapal Migran di hadapan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla di Auditorium Gentamu BPK Perwakilan Kaltara, Tarakan, Kamis (30/7/2026).
Harjo didampingi sembilan pengurus Kapal Migran Kaltara saat membacakan ikrar yang menandai dimulainya gerakan tersebut.
Kapal Migran lahir dari kesadaran bahwa posisi Kaltara sebagai provinsi perbatasan membuat daerah ini memiliki peran strategis dalam mobilitas pekerja migran Indonesia, terutama menuju Malaysia.
Melalui deklarasi tersebut, para kader Pemuda Kalimantan Utara berkomitmen ikut mewujudkan migrasi yang aman, legal, terlindungi dan bermartabat. Ada empat komitmen utama yang menjadi pijakan Kapal Migran Kaltara.
Pertama, menjadi pelopor literasi hukum dan migrasi aman bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Kedua, menjadi mitra pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta penempatan pekerja migran secara nonprosedural.
Ketiga, menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi keluarga migran menuju kehidupan yang mandiri dan sejahtera.
Keempat, menjadi pengguna sekaligus penyebar informasi digital yang bertanggung jawab, termasuk melawan hoaks dan penipuan terkait peluang kerja ke luar negeri.
“Dengan semangat Kapal Migran, kami siap menjadi penggerak perubahan, memperkuat kolaborasi, serta mengawal terwujudnya migrasi yang aman, terlindungi dan bermartabat,” tegas Harjo.
Deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni. Empat komitmen yang telah dibacakan menjadi pekerjaan rumah untuk diterjemahkan menjadi program nyata di tengah masyarakat.
Sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Tarakan sekaligus anggota DPRD Kota Tarakan, Harjo dinilai memiliki ruang strategis untuk menggerakkan kader, membangun jejaring, dan membuka kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan.
Kapal Migran nantinya diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat dan komunitas untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang migrasi aman.
Sebab, persoalan PMI bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Ada persoalan dokumen, kompetensi, bahasa, perlindungan hukum, hingga ancaman TPPO, penipuan dan eksploitasi yang harus dipahami calon pekerja migran sejak awal.
Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla turut menyambut positif lahirnya Kapal Migran Kaltara. Menurutnya, gerakan tersebut sangat relevan dengan kondisi Kaltara yang menjadi salah satu jalur penting mobilitas pekerja migran menuju Malaysia.
“Kaltara ini hub utama perlintasan pekerja migran. Yang melintas bukan hanya dari kepulauan sekitar, tetapi juga dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” kata Dzulfikar.
Ia menilai keterlibatan Pemuda Muhammadiyah melalui Kapal Migran dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Terlebih, persoalan pekerja migran di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan, tetapi juga kasus deportasi dan pekerja migran yang bermasalah karena menempuh jalur nonprosedural.
Karena itu, Dzulfikar berharap Kapal Migran tidak berhenti pada deklarasi. “Kami berharap Kapal Migran tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga menjadi jawaban terhadap ramainya deportasi-deportasi yang dilakukan,” ujarnya.
Ia bahkan berharap inisiatif tersebut dapat berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki persoalan serupa. Dengan deklarasi tersebut, Kapal Migran Kaltara kini memiliki tugas untuk membuktikan bahwa gerakan pemuda tidak berhenti pada slogan. Edukasi, pencegahan TPPO, penyebaran informasi yang benar dan pemberdayaan keluarga migran menjadi pekerjaan yang harus dikawal bersama.
Peliput: Raden






