DetailNews.id, Tarakan – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kalimantan Utara terus mendorong akselerasi ekspor komoditas unggulan daerah. Upaya ini dilakukan lewat penguatan identifikasi potensi, serta peningkatan layanan karantina yang terstandar dan terintegrasi.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, mengatakan sektor perikanan masih menjadi tulang punggung ekspor daerah. Komoditas seperti kepiting dan udang windu bahkan telah menembus pasar internasional, mulai dari Asia hingga Amerika dan Eropa.
“Komoditas unggulan seperti kepiting dan udang windu sudah menjangkau berbagai negara dan menjadi penopang ekonomi daerah,” kata Ichi dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan data Best Trust periode Januari-Maret 2026, ekspor kepiting mencapai 3,44 juta ekor dengan nilai Rp88,3 miliar. Sementara udang windu mencatat volume ekspor 1,15 ribu ton dengan nilai Rp1,57 kuadriliun.
Ichi menilai capaian ini menunjukkan daya saing komoditas Kaltara yang semakin kuat. Meski begitu, masih ada kendala, terutama terkait akses transportasi yang membuat pasar ekspor belum terdiversifikasi.
“Selama ini pengiriman jadi tantangan, sehingga tujuan ekspor masih terbatas. Kehadiran penerbangan kargo langsung ke Tiongkok menjadi peluang besar untuk membuka pasar baru,” ujarnya.
Dalam kegiatan akselerasi ekspor ini, Karantina Kaltara juga menggandeng sejumlah instansi seperti Bea Cukai, LNSW, Ombudsman, hingga Pelindo. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sistem logistik, mempermudah prosedur ekspor, serta mendorong layanan berbasis digital yang transparan dan akuntabel.
Tak hanya itu, Karantina turut menyosialisasikan Standar Pelayanan Publik (SPP), mulai dari sertifikasi kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, hingga pengawasan karantina dan surveilans penyakit.
“Ini bagian dari implementasi UU Nomor 21 Tahun 2019 untuk menjamin keamanan pangan sekaligus melindungi sumber daya hayati,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPR RI Komisi IV Hasan Saleh, perwakilan Pemkot Tarakan, serta pelaku usaha. Diharapkan, sinergi lintas sektor bisa terus diperkuat guna mendorong ekspor berkelanjutan.
“Kaltara punya potensi besar sebagai gerbang ekspor di wilayah perbatasan. Kolaborasi jadi kunci untuk memaksimalkan peluang tersebut,” tutup Ichi.
Peliput: Raden



