DetailNews.id, Tarakan — Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat Lokal Kota Tarakan yang terdiri dari LPADKT, LBB, dan TAB mendatangi Polres Tarakan untuk mempertegas dan mempertanyakan kejelasan penanganan kasus dugaan pelecehan serta pemelesetan Pancasila yang terjadi saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Kedatangan ini merupakan langkah pengawalan intensif dari elemen masyarakat adat. Perwakilan aliansi Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Kota Tarakan sekaligus Koordinator Aliansi Ormas Adat Lokal Kota Tarakan, Ricky Febriansyah, SE., menegaskan bahwa kasus ini menyangkut marwah ideologi negara.
“Hari ini, Rabu 30 September 2026, kami dari ormas adat lokal Kota Tarakan kembali ke Polres untuk menanyakan perkembangan kasus dugaan pelecehan atau pemelesetan Pancasila sebagai ideologi dasar negara,” ujar Ricky.
Ia menyampaikan, bertepatan dengan momen bersejarah Hari Kesaktian Pancasila, pihak aliansi bakal kembali mendatangi Polres Tarakan untuk mendesak tindakan tegas kepolisian.
“Karena besok lahir Kesaktian Pancasila, besok kami akan kembali mendatangi Polres Tarakan mempertegas fatalnya kasus ini. Kasus ini adalah kasus umum bukan delik aduan, tanpa laporan pun Polres harus tindak tegas,” tegas Ricky.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi sejauh ini menunjukkan pihak kepolisian masih terus memproses laporan tersebut. Kendati memahami kepolisian memerlukan waktu dalam mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi ahli, pihak ormas adat mendesak adanya kepastian hukum.
“Alhamdulillah tadi kami sudah bertemu dengan pihak kepolisian dan dijelaskan bahwa kasus ini masih terus berproses. Kami memahami kepolisian membutuhkan waktu dan ketelitian, termasuk dalam pemeriksaan saksi-saksi hingga saksi ahli, agar tidak ada salah langkah dalam penanganan hukumnya,” ungkapnya.
Aliansi Ormas Adat Lokal Kota Tarakan memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar menjadi pelajaran bagi siapa saja untuk tidak mempermainkan simbol dan dasar negara.
“Sebagai warga negara yang taat hukum, kami mempercayakan 100 persen penyelesaian kasus ini kepada pihak kepolisian. Harapan kami ke depan, situasi Kota Tarakan tetap kondusif, aman, dan damai,” pungkasnya.
Peliput: Raden




