DetailNews.id, Tarakan – Langkah besar ekspor komoditas perikanan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali ditorehkan. Sebanyak 935 ekor kepiting asal Kaltara berhasil diekspor langsung ke Hongkong pada Kamis (21/5/2026), tanpa melalui jalur transit Tawau, Malaysia seperti pengiriman sebelumnya.
Ekspor perdana tersebut dilakukan oleh PT Sabindo Raya Gemilang dengan nilai transaksi mencapai Rp49,7 juta. Pengiriman ini difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara sebagai bagian dari upaya mendorong komoditas unggulan daerah menembus pasar internasional.
Langkah ekspor langsung ke negara tujuan dinilai menjadi momentum penting bagi sektor perikanan Kaltara. Selama ini, sebagian besar pengiriman kepiting dari wilayah perbatasan masih bergantung pada jalur ekspor melalui Tawau, Malaysia.
Kepala Karantina Kalimantan Utara menyebut keberhasilan ekspor langsung ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan perdagangan hasil perikanan daerah. Menurutnya, komoditas asal Kaltara terbukti memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.
“Ekspor ini bukan hanya tentang pengiriman komoditas, tetapi juga tentang kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk perikanan kita. Karantina hadir untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan negara tujuan,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, ratusan kepiting tersebut terlebih dahulu menjalani serangkaian tindakan karantina. Petugas melakukan pemeriksaan fisik hingga verifikasi dokumen kesehatan ikan guna memastikan komoditas yang dikirim dalam kondisi sehat, aman, dan memenuhi standar negara tujuan.
Pihak Karantina juga menegaskan keberhasilan ekspor tidak lepas dari kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk serta kepatuhan terhadap aturan karantina.
“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional agar pelaku usaha semakin percaya diri memperluas pasar ekspornya,” katanya.
Dengan terbukanya jalur ekspor langsung ke Hongkong, peluang peningkatan nilai tambah komoditas kepiting asal Kaltara diharapkan semakin besar. Pemerintah juga berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Peliput: Raden





