Kamis, Mei 21, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungKodaeral VIII Gaungkan Persatuan, Dansatrol Bitung Dikukuhkan Jadi Tonaas Tonsea di Kirab...

Kodaeral VIII Gaungkan Persatuan, Dansatrol Bitung Dikukuhkan Jadi Tonaas Tonsea di Kirab Nusantara Harkitnas 2026

DetailNews.id, Bitung – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kota Bitung berlangsung semarak dan penuh nuansa persatuan. Ribuan masyarakat memadati ruas jalan utama kota pelabuhan tersebut untuk menyaksikan Parade Nusantara yang digelar Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII Bitung bersama unsur pemerintah daerah, tokoh adat, organisasi masyarakat hingga komunitas lintas etnis dan agama, Rabu (20/5/2026).

Dalam momentum itu, Komandan Satrol Kodaeral VIII Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., resmi dikukuhkan sebagai Tonaas Tonsea Waraney UN Tasik oleh Majelis Adat Budaya Tonsea. Prosesi adat tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan Harkitnas tahun ini.

Parade budaya dimulai dari halaman Satrol Kodaeral VIII dan berakhir di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung. Sejak sore hari, masyarakat telah memadati jalur parade untuk menyaksikan iring-iringan budaya Nusantara yang menampilkan pakaian adat daerah, marching band, tarian tradisional hingga atraksi budaya lintas etnis.

Kolonel Marvill memimpin langsung prosesi pelepasan peserta parade. Ia berdiri bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung di garis start parade yang berada di Lapangan Satrol Kodaeral VIII.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1310/Bitung Letkol Inf I Dewa Made Dharmawan Juniarta, Kajari Bitung, perwakilan Polres Bitung, pejabat Pemerintah Kota Bitung, tokoh adat, tokoh agama hingga pimpinan organisasi masyarakat.

Sebanyak 34 kelompok peserta ambil bagian dalam parade tersebut. Hentakan langkah para peserta berpadu dengan penampilan budaya Minahasa dan atraksi Cakalele yang membuka jalur utama parade.

Rute parade sengaja diarahkan melintasi jalan protokol Kota Bitung agar masyarakat dapat menyaksikan langsung kemeriahan budaya Nusantara yang ditampilkan peserta.

Sejumlah elemen masyarakat turut terlibat dalam kegiatan itu, di antaranya Majelis Adat Budaya Minahasa Tonsea, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bitung, Ikatan Putra Putri Bitung, Dinas Pariwisata Kota Bitung, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Dinas Pendidikan Kota Bitung hingga berbagai organisasi kepemudaan dan paguyuban daerah.

Komunitas suku Nias, Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), Taman Sulut Mahasatu serta sejumlah organisasi lintas budaya dan agama juga ikut ambil bagian dalam parade tersebut.

Dalam sambutannya mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, Dansatrol Bitung Kolonel Marvill mengatakan momentum Harkitnas menjadi sarana memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan melalui pendekatan budaya dan kebersamaan masyarakat.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia lahir dari persatuan, budaya, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat,” kata Marvill kepada wartawan.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, budaya maupun agama.

“Kami mengapresiasi seluruh masyarakat Kota Bitung, tokoh adat, organisasi budaya, Forkopimda, serta generasi muda yang ikut menjaga semangat persaudaraan dalam Parade Nusantara ini,” ujarnya.

Marvill juga mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut dukungan masyarakat datang tidak hanya dari Sulawesi Utara, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dukungan bahkan datang dari luar Sulawesi Utara seperti Jawa, Makassar, Gorontalo, Kupang hingga Nias. Ini menunjukkan semangat kebangkitan nasional masih hidup dan kuat,” tuturnya.

Selain parade budaya, kegiatan Harkitnas 2026 juga diwarnai deklarasi damai dan prosesi penganugerahan gelar adat budaya Tonsea kepada sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Selain Kolonel Marvill, gelar adat juga diberikan kepada Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf I Dewa Made Dharmawan Juniarta serta perwakilan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai.

Bagi Marvill, penghargaan adat yang diterimanya bukan sekadar simbol kehormatan pribadi, tetapi juga bentuk penghargaan masyarakat terhadap institusi TNI Angkatan Laut.

“Penganugerahan gelar adat budaya Tonsea merupakan kehormatan besar bagi saya pribadi dan institusi TNI Angkatan Laut. Ini menjadi simbol kedekatan TNI dengan rakyat serta penghormatan terhadap budaya lokal,” katanya.

Ia menilai budaya memiliki peran penting sebagai perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Budaya adalah perekat bangsa. Ketika keberagaman bisa berjalan berdampingan dalam satu parade, maka di situlah Indonesia menunjukkan jati dirinya,” ucapnya.

Marvill juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan unsur pendukung yang dinilai berhasil menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan, termasuk Majelis Adat Budaya Tonsea, Kesbangpol Kota Bitung, Dinas Pariwisata, Ikatan Putra Putri Bitung hingga aparat keamanan.

Sebagai penutup, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami berharap semangat Harkitnas 2026 tidak berhenti di kegiatan seremoni, tetapi terus menjadi energi kolektif untuk menjaga persatuan, keamanan, dan kemajuan daerah,” pungkasnya.

 

Peliput : ical

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments