DetailNews.id, Tarakan – Menyiapkan pemimpin masa depan tak cukup hanya melalui pendidikan formal. Kaderisasi dan penguatan karakter sejak bangku sekolah juga menjadi hal penting. Hal inilah yang didorong melalui Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IX Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kota Tarakan yang diikuti 35 pelajar dari berbagai sekolah, Sabtu (17/10/2026).
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Makesta menjadi ruang penting untuk membangun fondasi keagamaan, kebangsaan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial bagi generasi muda sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.
Kegiatan yang digelar di SMA NU 1, Jalan Matahari, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, tersebut mengusung tema “Rekonstruksi Kaderisasi guna Merawat Nilai, Meneguhkan Kesetiaan dan Meneruskan Estafet Kepemimpinan”.
Makesta IX sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali proses kaderisasi IPNU dan IPPNU di Kota Tarakan setelah organisasi tersebut sempat vakum.
Menurut Supa’ad, pendidikan dasar melalui organisasi pelajar memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan, kaderisasi juga menjadi sarana menanamkan nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Menurut saya, kegiatan yang dilaksanakan anak-anak kita di IPNU dan IPPNU ini luar biasa karena memberikan pendidikan dasar. Fondasi tentang keagamaan, kebangsaan, kemanusiaan, dan sosial perlu dibangun sejak dini,” ujar Supa’ad.
Ia menilai pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) merupakan kelompok strategis yang perlu mendapatkan perhatian dalam proses pembinaan generasi penerus. Sebab, mereka akan menjadi bagian dari calon pemimpin yang menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.
Karena itu, Supa’ad berharap kegiatan kaderisasi seperti Makesta dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak pelajar di Tarakan.
Menurutnya, penguatan karakter generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah. Diperlukan pula pembinaan melalui organisasi, lingkungan keluarga, dan masyarakat agar para pelajar memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Saya berharap kegiatan ini terus didorong agar semakin banyak anak muda yang memiliki bekal untuk meneguhkan nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial. Anak-anak muda ini merupakan pintu masuk yang sangat penting untuk menyiapkan pemimpin masa depan,” katanya.
Supa’ad mengajak, kegiatan kaderisasi hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan acara atau sebatas memenuhi agenda organisasi. Lebih dari itu, nilai dan pengetahuan yang diperoleh peserta harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya pembinaan pelajar yang berorientasi pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, keberhasilan kegiatan semacam ini dapat dilihat dari sejauh mana para kader mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Saya sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara akan terus mendorong agar kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga bisa diaplikasikan oleh anak-anak kita, minimal di lingkungan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Supa’ad mengingatkan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam membina generasi muda. Kolaborasi antara organisasi pelajar, sekolah, masyarakat, dan pihak terkait dinilai diperlukan agar proses kaderisasi berjalan berkelanjutan.
Ia juga berpesan kepada pengurus IPNU-IPPNU Tarakan agar terus mendampingi para kader dengan memberikan pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat. Dengan demikian, para pelajar tidak hanya memiliki pemahaman organisasi, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Pelajar tingkat SMA membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi penguatan wawasan kebangsaan, kemanusiaan, sosial, dan mental juga perlu dibangun melalui kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Ia berharap para peserta Makesta IX dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan sejak dini.
“Silakan adik-adik dan seluruh pengurus IPNU-IPPNU terus melakukan pembinaan serta memberikan ilmu yang bermanfaat. Harapannya, mereka kelak bisa menjadi pemimpin di daerah mana pun dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Makesta IX, PC IPNU-IPPNU Kota Tarakan diharapkan mampu memperkuat kembali kaderisasi pelajar NU dan melahirkan generasi muda yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap meneruskan estafet kepemimpinan di masa depan.
Peliput: Raden




