BerandaJatimMuktamar NU Disebut Jadi Episentrum Politik Nasional, Alkindi: Momentum Rekonsiliasi

Muktamar NU Disebut Jadi Episentrum Politik Nasional, Alkindi: Momentum Rekonsiliasi

DetailNews.id, Jombang – Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak hanya menjadi forum tertinggi organisasi para ulama. Momentum ini juga dinilai menjadi ruang bertemunya berbagai dinamika politik nasional sekaligus membuka peluang rekonsiliasi di tengah situasi bangsa yang penuh persoalan.

Pandangan itu disampaikan tokoh muda NU, Alkindi Bilfaqih, Pengasuh Yayasan Alhikam Cinta Indonesia. Sosok aktivis muda asal Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut beberapa kali terlihat di sekitar arena Muktamar PBNU sejak pembukaan hingga pelaksanaan muktamar berlangsung.

Alkindi disebut tengah melakukan konsolidasi dan mengorganisir sejumlah cabang dari beberapa wilayah Indonesia Timur. Aktivitas tersebut disebutnya sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat jejaring dalam momentum muktamar.

Saat ditemui dan ditanya mengenai aktivitasnya, Alkindi justru melihat Muktamar PBNU dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, muktamar memiliki posisi strategis karena menjadi tempat berkumpulnya para ulama sekaligus menjadi salah satu episentrum dinamika politik nasional.

“Muktamar PBNU ini adalah episentrum politik nasional. Politik ala NU harusnya menjadi barometer politik nasional kita. Sebab ini politik ulama,” kata Alkindi, Minggu (30/8/26).

Menurutnya, dinamika politik yang berkembang saat ini membutuhkan ruang dialog yang tidak sekadar berorientasi pada kepentingan politik praktis. Ia menilai NU memiliki modal sosial, kultural, dan spiritual untuk memainkan peran sebagai jembatan rekonsiliasi.

“Keadaan bangsa saat ini penuh dengan problematika dan dinamika politik. Tentu membutuhkan treatment khusus. Muktamar PBNU ini salah satu momentum yang bisa dijadikan sebagai alat rekonsiliasi nasional,” ujarnya.

Ia bahkan menyampaikan gagasan agar persoalan kebangsaan yang muncul dapat dibawa ke ruang pembahasan keulamaan melalui forum bahtsul masail. “Ya, tinggal diletakkan di bahtsul masail saja,” ucapnya.

Alkindi mengingatkan bahwa Muktamar NU bukan forum biasa, forum tersebut merupakan ruang tertinggi bagi para kiai dalam menentukan arah organisasi dan membicarakan berbagai persoalan umat.

“Ini forum tertinggi para kiai. Muktamar ini bertuah dan memiliki energi spiritual yang kuat,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang hadir menjaga etika dan adab selama berada di lingkungan muktamar.

“Adab bro. Hati-hati kualat. Ini negeri Jombang, jangan nakal. Selain kiai sakti yang masih hidup, banyak lagi yang kalibernya luar biasa meskipun sudah terkubur,” ujar Alkindi dengan nada berseloroh.

Menurutnya, pesan tersebut bukan sekadar guyonan. Jombang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan NU dan menjadi tempat lahir serta bersemayamnya banyak ulama besar. Ia berharap seluruh dinamika yang muncul dalam Muktamar PBNU dapat diarahkan untuk kepentingan yang lebih besar, bukan justru memperlebar perbedaan.

“Muktamar kali ini penuh dengan harapan demi kebaikan bangsa. Itu sebabnya Jombang dipilih sebagai tempat berkumpul,” ujar anak buah Prabowo Jokowi itu.

Peliput: Raden

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments