DetailNews.id, Jombang — Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur, resmi dibuka Presiden H. Prabowo Subianto, Kamis (27/8/2026). Forum tertinggi NU tersebut diikuti para delegasi dari berbagai daerah, termasuk perwakilan Kalimantan Utara.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Utara, H. Alwan Saputra, S.P.I., M.M., mengatakan pembukaan Muktamar berjalan lancar. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai mekanisme organisasi.
Alwan menepis isu yang menyebut pelaksanaan Muktamar hingga proses pemilihan kepemimpinan PBNU sarat kepentingan politik.
Menurutnya, PWNU dan PCNU yang memiliki hak suara hadir sebagai delegasi untuk menjalankan mandat organisasi. Proses tersebut, kata dia, tidak berada di bawah intervensi pihak mana pun.
“PWNU dan PCNU yang mempunyai hak suara hadir sebagai delegasi. Dalam penggunaan hak pilih tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” ujar Alwan kepada media, Jum’at (28/8/27).
Muktamar merupakan forum internal organisasi yang harus dijaga independensinya. Karena itu, tegas Alwan, kepentingan politik praktis tidak boleh memengaruhi proses pengambilan keputusan di dalam Muktamar.
“Isu yang beredar terkait adanya dukungan kepada salah satu pihak atau calon tertentu karena kepentingan politik, itu tidak benar,” jelasnya.
Alwan turut meluruskan isu mengenai fasilitas yang diterima sejumlah delegasi selama pelaksanaan Muktamar. Menurut dia, fasilitas tersebut merupakan bentuk apresiasi dan tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya transaksi politik.
“Pemilihan ketua umum PBNU tidak ada kepentingan politik ataupun kepentingan pragmatis. Isu-isu di luar itu perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” tambahnya.
Ia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat sehingga pelaksanaan Muktamar tidak dipersepsikan sebagai arena kepentingan politik praktis.
Di sisi lain, Alwan berharap Muktamar mampu melahirkan kepemimpinan PBNU yang berasal dari kader terbaik NU dan dapat mengakomodasi kepentingan nahdliyin di seluruh Indonesia.
“Harapan kami, kepemimpinan PBNU ke depan merupakan kader terbaik NU sehingga mampu mengakomodasi kepentingan nahdliyin seluruh Indonesia,” ujarnya.
Muktamar NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang. PWNU dan PCNU Kaltara mendukung proses Muktamar yang demokratis, independen, serta mengedepankan kepentingan organisasi.
Peliput: Raden




