DetailNews.id, Bitung — Semangat kebersamaan dan solidaritas sosial kembali ditunjukkan komunitas Pangkalan Ojek ACES Kota Bitung pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Di tengah kondisi efisiensi ekonomi yang dirasakan masyarakat, para anggota ACES tetap mampu menggelar penyembelihan hewan kurban sebanyak empat ekor sapi hasil swadaya dan solidaritas internal komunitas.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada hari kedua Idul adha, bertempat di depan SDN 1 Bitung, Kecamatan Maesa, Bitung Timur. Selain pembagian daging kurban, komunitas yang beranggotakan sekitar 200 orang yang terdiri dari pedagang dan tukang ojek tersebut juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Koordinator kegiatan, Roland Effendy, mengatakan tradisi kurban yang dilakukan Pangkalan Ojek ACES telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.
“Setiap tahun kami selalu berupaya melaksanakan kurban bersama. Ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus wujud solidaritas antaranggota dan kepedulian kepada masyarakat,” ujar Roland Effendy.
Menurutnya, dari total hewan kurban yang disembelih, sekitar 30 persen diperuntukkan bagi anggota ACES, sementara sisanya disalurkan kepada warga yang berhak menerima.
“Walaupun kondisi ekonomi sedang penuh efisiensi, semangat kebersamaan anggota tetap luar biasa. Semua hewan kurban ini berasal dari gotong royong dan partisipasi anggota ACES sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Imam Masjid Al-Huda, Usman Buntayo, yang memimpin proses penyembelihan hewan kurban, mengapresiasi kekompakan komunitas ACES dalam menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga mempererat persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima,” kata Usman Buntayo.
Ia berharap semangat berbagi dan gotong royong yang ditunjukkan komunitas ACES dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya di Kota Bitung.
Momentum Iduladha tahun ini pun menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masyarakat akar rumput tetap tumbuh kuat, bahkan di tengah tantangan ekonomi yang tidak mudah.
Peliput :






