Senin, Mei 18, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungPemkot Bitung Dorong Penguatan Karakter Lewat MTQ XXXI Tahun 2026

Pemkot Bitung Dorong Penguatan Karakter Lewat MTQ XXXI Tahun 2026

DetailNews.id, Bitung — Wali Kota Hengky Honandar secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kota Bitung yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026. Kegiatan keagamaan tahunan tersebut dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Arafah Kota Bitung dan diikuti 146 peserta dari tujuh kecamatan se-Kota Bitung.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani Menuju Kota Bitung yang Religius, Harmonis dan Maju”, MTQ tahun ini menjadi momentum penguatan nilai-nilai keislaman, pembinaan karakter generasi muda, hingga penguatan kerukunan antarumat beragama di Kota Bitung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang religius dan berakhlak.

“Pemerintah Kota Bitung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ karena kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membentuk generasi Qurani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Hengky Honandar.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan melahirkan qari serta qariah terbaik yang mampu membawa nama Kota Bitung di tingkat Provinsi Sulawesi Utara hingga nasional.

“Semoga pelaksanaan MTQ tahun ini berjalan sukses dan mampu mencetak peserta terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Bitung pada ajang MTQ tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXI Kota Bitung, Amirullah menjelaskan bahwa peserta berasal dari Kecamatan Maesa, Madidir, Girian, Aertembaga, Matuari, Ranowulu, dan Lembeh Selatan.

Adapun cabang yang diperlombakan meliputi Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an putra dan putri.

Menurut Amirullah, pelaksanaan MTQ di lingkungan pondok pesantren menjadi konsep baru dibanding tahun-tahun sebelumnya yang umumnya dilaksanakan di area perkantoran pemerintah atau Kantor Kementerian Agama.

“Pelaksanaan MTQ di pondok pesantren memiliki nilai strategis karena bukan hanya menjadi ajang perlombaan Al-Qur’an, tetapi juga sarana pendidikan kemandirian santri, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan kewirausahaan, dan penguatan peran pesantren di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan, panitia juga menggelar Market Day yang melibatkan para santri untuk belajar praktik kewirausahaan dan pengembangan UMKM secara langsung.

“Melalui kegiatan ini para santri belajar melayani masyarakat, mengelola produk, memasarkan hasil karya, hingga memahami praktik usaha kecil dan menengah secara nyata,” jelas Amirullah.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Kota Bitung menjadi faktor penting dalam suksesnya pelaksanaan MTQ tahun ini.

“MTQ bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan, tetapi agenda daerah yang membawa misi pembinaan generasi Qurani, penguatan pendidikan karakter, mempererat persatuan, serta mendorong pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Amirullah juga berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada ajang kompetisi semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“MTQ diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat akhlak generasi muda, menjaga kerukunan, dan membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, serta saling menghormati,” tutupnya.

 

Peliput : ical

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments