DetailNews.id, Jember – Kondisi sektor pertanian di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, kian memprihatinkan akibat kerusakan DAM Klanceng pada Daerah Irigasi (DI) Arjasa yang belum juga diperbaiki sejak 2023.
Kerusakan infrastruktur irigasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya debit air secara drastis, hingga menyebabkan sekitar 110 hektar lahan persawahan mengalami krisis air dan mengganggu aktivitas pertanian warga.
Sejumlah petani menyebut, kondisi ini semakin menyulitkan mereka dalam mengelola lahan yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat setempat.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Arjasa, Sutikno, mengungkapkan kekecewaan para petani atas belum adanya perbaikan pada DAM Klanceng yang rusak berat sejak tiga tahun terakhir.
“Petani sangat membutuhkan air, tetapi DAM Klanceng sendiri mengalami kerusakan berat. Bagaimana kita bisa meningkatkan produksi pertanian kalau infrastruktur pengairan rusak total dan dibiarkan sejak 2023,” ujar Sutikno.
Berdasarkan data lapangan, sedikitnya tiga kelompok tani terdampak langsung, yakni Kelompok Tani Makmur Arjasa, Kelompok Tani Barokah, dan Kelompok Tani Hisbul Waton, yang seluruhnya bergantung pada aliran irigasi dari DAM tersebut.
Di tengah kondisi tersebut, para petani tetap menyatakan harapan terhadap komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan sektor pertanian, termasuk program peningkatan produksi pangan dan penguatan infrastruktur irigasi.
Sutikno menilai, sektor pertanian tidak akan mampu mencapai produktivitas optimal tanpa dukungan infrastruktur pengairan yang memadai.
Ia juga mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan pemerintah pusat untuk segera merealisasikan perbaikan DAM Klanceng, mengingat perannya yang vital dalam menunjang ketahanan pangan daerah.
Masyarakat Desa Arjasa berharap agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran perbaikan, sehingga lahan pertanian yang terdampak dapat kembali produktif dan mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Jember.
Peliput : Lukman






