DetailNews.id, Tarakan – Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan Program Beasiswa Kaltara Unggul harus tetap dilanjutkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan tinggi. Namun, pelaksanaannya dinilai perlu terus dievaluasi agar semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, SE., saat rapat kerja bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Kaltara di Gedung Banhub, Kamis (6/8/2026). Pertemuan itu membahas pertanggungjawaban kebijakan, alokasi anggaran, serta tata kelola Program Beasiswa Kaltara Unggul.
Menurut Supa’ad, evaluasi terhadap program beasiswa seharusnya difokuskan pada penyempurnaan mekanisme pelaksanaan, bukan pada penghentian program yang hingga kini masih sangat dibutuhkan mahasiswa di Kaltara.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meluruskan isu yang berkembang mengenai dugaan adanya “jatah” beasiswa bagi anggota DPRD dari alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar. Ia menegaskan seluruh penerima beasiswa ditentukan melalui mekanisme seleksi yang terbuka, kompetitif, dan mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku.
“Jangan sampai muncul persepsi seolah-olah ada pembagian jatah. Beasiswa ini dikompetisikan secara terbuka untuk mahasiswa,” tegasnya.
Supa’ad mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat Program Beasiswa Kaltara Unggul belum dapat menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan.
Meski demikian, program tersebut tetap menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Ia menanggapi perbandingan anggaran beasiswa dengan anggaran makan dan minum DPRD yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurutnya, polemik tersebut muncul karena informasi mengenai pengelolaan dan mekanisme penyaluran beasiswa belum tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.
Karena itu, Supa’ad mendorong Biro Kesra bersama Komisi IV DPRD Kaltara memperkuat sinergi dalam pengawasan dan evaluasi program secara berkala.
Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran Beasiswa Kaltara Unggul semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa yang benar-benar layak menerima bantuan.
“Program ini harus tetap berjalan. Yang perlu kita lakukan adalah terus mengawalnya, mengevaluasi pelaksanaannya, dan menyempurnakan tata kelolanya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Peliput: Raden




