DetailNews.id, Magelang – Beragam tanggapan netizen dalam menanggapi sebuah video viral yang memperlihatkan detik-detik sebuah excavator proyek Jalan Tol Yogyakarta–Magelang–Bawen melintas tepat di tengah tenda resepsi pernikahan. Tidak diketahui pasti hari dan tanggal acara sakral itu, namun kejadiannya belum ada sepekan.
Seperti diketahui, acara pernikahan yang videonya diunggah dalam akun Instagram yonafriza lokasinya di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jateng.
Yang disesalkan banyak kalangan termasuk netizen di dunia maya karena saat suasana penuh kebahagiaan, justru sebuah excavator itu datang dan masuk di area hajatan. Memang saat alat berat itu masuk membelah area pesta pernikahan warga dan tamu undangan, tidak ada yang keberatan.
Ada pula diantara tamu undangan yang mengabadikan momen langka tersebut menggunakan kamera ponsel mereka.
Ikhwal kejadian ini, netizen pun beragam menyampaikan komentarnya. Diantaranya, ada yang salut dengan sikap gotong-royong warga, tapi tidak sedikit juga yang mempertanyakan koordinasi proyek dengan acara warga.
Seperti yang dikemukakan oleh Bahtiar (55), warga Minggir, Sleman yang saat itu menyaksikan keberadaan excavator memasuki area pesta pernikahan.
Dikatakannya, pembangunan proyek strategis nasional seperti jalan tol memang penting untuk masa depan tetapi pelaksanaan proyek dan pekerja di lapangan tidak juga harus semena-mena tanpa memperhatikan keberadaan masyarakat.
Karena itu, ia mengecam oknum pekerja tol tersebut yang telah mengganggu kekhusyukan momen sakral seperti pernikahan tersebut. Pasalnya, pernikahan merupakan hal yang tidak bisa diulang.
“Saya pribadi sebagai makhluk sosial, mengecam aksi oknum pekerja proyek yang tidak tahu etika memanusiakan manusia. Walaupun yang dia kerjakan saat itu jalan tol. Tapi harus menghargai warga yang mengadakan hajatan, kan hajatan itu cuma sebentar beberapa jam. Paling zuhur sudah bubar,” sebut Bahtiar yang juga salah satu tokoh masyarakat Minggir, Rabu (15) 4/2026).
Lain lagi dengan Tuarno, salah satu pengurus utama Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Front Masyarakat Sipil Independen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurutnya, pelaksana proyek jalan tol nasional harusnya memperhatikan kondisi masyarakat sekitar proyek. Sehingga kegiatan proyek tidak menimbulkan kerugian masyarakat.
“Jangan cuma saat hajatan. Yang terlibat dalam kegiatan proyek tol harus memperhatikan keamanan, keselamatan masyarakat. Termasuk sulit-supir truk pengangkut material jalan tol, harus menjaga keamanan lingkungan. Jangan arogan di jalan segala, operator excavator jangan arogan di sekitar lingkungan kerja,” kata Tuarno.
Acara pernikahan di Desa Bligo, Ngluwar yang dimasuki excavator adalah aksi yang tidak boleh terulang kembali. Karena aksi demikian sangat tidak menghargai manusia yang tengah melaksanakan hajatan.
“Janganlah arogan kepada warga. Apapun kalian kerjakan itu, mau proyek nasional, selalulah beradab dan hargai manusia,” tegas Tuarno.
Peliput : Muhammad



