DetailNews.id, Tarakan – Sebanyak 77 peserta didik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tarakan resmi menyelesaikan pendidikan pada tahun ajaran 2025/2026. Momentum kelulusan itu dibalut pentas seni bertema “Meraih Impian” yang menjadi simbol semangat baru bagi para peserta didik untuk menatap masa depan.
Sebanyak 77 peserta didik yang lulus terdiri atas 18 anak PAUD, lima peserta Paket A, 24 peserta Paket B, dan 30 peserta Paket C.
Kepala UPT SPNF SKB Kota Tarakan, Patmaria Krisnova Levryn, mengatakan tema “Meraih Impian” dipilih sebagai bentuk motivasi bagi peserta didik yang sebelumnya sempat berhenti sekolah agar kembali percaya diri mengejar cita-citanya.
Menurutnya, pendidikan kesetaraan bukan sekadar memberikan ijazah, tetapi membuka kesempatan bagi peserta didik untuk kembali melanjutkan pendidikan formal maupun memasuki dunia kerja.
“Kalau Paket A, kami arahkan jika memungkinkan mereka bisa melanjutkan ke SMP. Jadi tidak hanya di jalur nonformal, tetapi juga terbuka kesempatan kembali ke pendidikan formal. Kami selalu memberikan motivasi karena setelah lulus dari SKB, mereka masih memiliki banyak pilihan,” ujarnya.
Patmaria menegaskan peserta didik SKB bukanlah mereka yang gagal dalam pendidikan formal. Mereka hanya membutuhkan metode belajar yang lebih sesuai dengan karakter masing-masing.
“Bukan karena mereka gagal, tetapi mungkin mereka belum menemukan metode pembelajaran yang sesuai dengan diri mereka di sekolah formal. Kami berusaha menguatkan kembali semangat mereka agar tetap percaya diri dan mampu meraih cita-cita,” katanya.
Suasana pelepasan semakin semarak dengan penampilan seni yang seluruhnya melibatkan peserta didik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pertunjukan drama yang dikembangkan sendiri oleh siswa dari naskah yang disiapkan tutor.
“Anak-anak mampu mengembangkan sendiri pertunjukan yang mereka tampilkan. Dari situ terlihat kreativitas, kepercayaan diri, dan kerja sama mereka berkembang dengan baik,” ungkap Patmaria.
Ia menjelaskan penilaian di SKB tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kreativitas, karakter, keaktifan, serta perkembangan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Patmaria mengaku bangga melihat semangat belajar para peserta didik yang tetap tinggi meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tetap antusias mengikuti pembelajaran, bahkan saat hujan ataupun pada hari-hari tertentu. Semangat belajar mereka sangat tinggi,” katanya.
Di akhir acara, Patmaria berpesan agar seluruh lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di SKB.
“Lulus dari SKB bukanlah akhir perjalanan, tetapi menjadi awal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Peliput: Raden






