Senin, Maret 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaHukum & KriminalArmada Galian C di Jalan Tempel–Seyegan Dinilai Meresahkan Warga

Armada Galian C di Jalan Tempel–Seyegan Dinilai Meresahkan Warga

DetailNews.id, Sleman – Armada galian C diduga milik PT Adhi Persada Beton (PT APB) di Jalan Tempel – Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY, dikeluhkan masyarakat di wilayah itu. Keluhan warga sepanjang jalan yang dilintasi armada bukan tanpa alasan.

Ya, truk pengangkut galian C sudah menjadi permasalahan umum yang sering terjadi di berbagai daerah, termasuk di wilayah Seyegan, Sleman.

Berdasarkan informasi dihimpun sebagian besar masyarakat yang tinggal di sepanjang Jalan Tempel – Seyegan yang dilintasi truk tersebut mengaku kena dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas transportasi material galian C itu.

Masyarakat setempat seperti yang tunggal di wilayah Krapyak sering kali emosi dn meluapkan kemarahannya dalam hati akan dampak negatif yang ditimbulkan armada tersebut. Dalam keluhan warga itu menuntut penutupan operasional angkutan galian C di wilayah itu.

Seorang perwakilan warga Krapyak, Seyegan mengaku bernama Yanpan (47), mengatakan bahwa poin keluhan utama warga terkait armada pengangkut galian C ke perusahaan penggilingan split yakni kerusakan jalan umum.

“Keluhan  warga ini ya, jalan menjadi berlubang, berlumpur saat hujan, dan memicu kecelakaan lalu lintas. Bahkan sering ada warga yang jatuh  akibat nabrak lubang,” ujar Yanpan, Senin (2/3/2026).

Poin lain keluhan warga karena polusi debu dan pencemaran udara. Pada musim kemarau, material pasir yang terbawa angin dari bak truk menyebabkan polusi debu tebal. Dampak ini berpotensi besar mengganggu pernapasan warga (ISPA) dan mengotori rumah-rumah di sepanjang jalur lintasan. Termasuk warung-warung makan.

“Kebisingan dan gangguan keamanan yang ditimbulkan armada tersebut juga bagian dikeluhkan warga karena truk saat melintas berkonvoi. Termasuk malam hari, mengganggu istirahat warga. Kecepatan truk yang tinggi di kawasan pemukiman juga membahayakan anak-anak dan pejalan kaki,” jelasnya.

Kasi Trantib Kapanewon (Kecamatan,red) Seyegan, Tuntas Joko mengatakan bahwa keluhan warga terkait armada truk pengangkut galian C di Jalan Temen – Seyegan sudah pihkanya respon dan sampaikan ke Kabupaten Sleman.

“Termasuk keluhan warga terhadap truk-teuk itu yang tidak pakai tutup terpal di baknya,” kata Joko di kantornya.

Sementara itu, Ketua RT 29, Kalurahan (Desa), Margodadi, Rusmianto mengakui jika banyak warga mengeluhkan keberadaan truk pembawa galian C. Pasalnya, truk-truk ini sebagaimana di sampaikan warga tidak tertib di jalan saat melintas, tidak memakai penutup terpal. Juga mengabaikan ketentraman warga pada malam hari. Serta Jalan semakin rusak dan banyak lubang di badan jalan.

Rusmianto berharap Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas Polda DIY harus bertindak tegas atas hal ini. Sehingga tidak timbul kesan bahwa polisi dan Dishub tutup dan melakukan pembiaran. Padahal dampak negarif yang ditimbulkan truk seperti ini sangat banyak.

Peliput : Muhammad

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments