DetailNews.id, Bitung – Jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Bitung menggelar kegiatan buka puasa bersama anak-anak panti asuhan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pengelola pasar, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran pasar tradisional sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi Kota Bitung.
Direktur Utama Perumda Pasar Bitung Ramlan Mangkialo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan antara Perumda Pasar, pemerintah, dan masyarakat Kota Bitung,” ujar Ramlan.
Ramlan menegaskan, Perumda Pasar tidak hanya berperan sebagai pengelola fasilitas perdagangan bagi pedagang dan masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
“Perumda Pasar tidak hanya menyediakan fasilitas pasar bagi pedagang, tetapi juga berupaya memberikan edukasi dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat, sejalan dengan semangat pembangunan yang harmonis di Kota Bitung,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan juga mengungkapkan bahwa Perumda Pasar Bitung berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangannya. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dan dukungan berbagai pihak.
“Capaian opini WTP ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak. Harapan kami, pasar-pasar yang ada di Kota Bitung dapat semakin baik dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ramlan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Bitung dalam kegiatan tersebut, yang pada kesempatan itu diwakili oleh Asisten II Pemerintah Kota Bitung.
Sementara itu, Asisten II Pemkot Bitung Maikel Sondakh menyampaikan bahwa Ramadan tahun ini membawa kabar baik bagi perekonomian daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Bitung saat ini mencapai 7,2 persen, yang merupakan yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Bitung saat ini mencapai 7,2 persen dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Utara. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan sangat baik,” kata Maikel.
Ia menegaskan bahwa salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut adalah aktivitas perdagangan yang berlangsung di pasar tradisional.
“Pasar tradisional memiliki peran besar dalam perputaran ekonomi. Ketika masyarakat berbelanja di pasar, maka perputaran ekonomi masyarakat juga ikut meningkat,” ujarnya.
Maikel juga mengajak seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk lebih aktif berbelanja di pasar tradisional sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.
“Kami mengajak masyarakat, termasuk ASN, untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional di Kota Bitung agar roda ekonomi masyarakat terus bergerak,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh Ustad Khairrudin Bandu yang mengingatkan pentingnya menjaga nilai keimanan dan memperkuat hubungan antara ulama, pemimpin, dan masyarakat.
“Umat Islam harus mampu menempatkan diri sebagai orang beriman yang menjalankan nilai-nilai ajaran Rasulullah serta menjaga hubungan baik antara ulama dan pemimpin dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa dan santap berbuka bersama anak-anak panti asuhan serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Peliput : ical






