DetailNews.id, Kotamobagu – Perjalanan karier Jusran D. Mokolanot, M.Si, atau yang akrab disapa JDM, menjadi cerminan bagaimana pengalaman di dunia jurnalistik dapat membentuk karakter kepemimpinan di ranah politik. Kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, JDM membawa bekal panjang sebagai insan pers yang ditempa sejak masa muda.
Ketertarikan JDM terhadap dunia tulis-menulis telah terlihat sejak masa kuliah di Makassar. Ia memulai karier jurnalistiknya sebagai wartawan di Majalah Washilah UIN Makassar pada tahun 1997. Pada periode yang sama, ia juga mengikuti Pendidikan Jurnalistik Dasar hasil kerja sama UIN Makassar dengan Harian Pedoman Rakyat, sebagai upaya memperkuat keterampilan di bidang tersebut.
Tak hanya aktif di lingkungan kampus, JDM juga produktif menulis di media arus utama seperti Harian Pedoman Rakyat dan Harian Fajar Makassar dua surat kabar berpengaruh di Sulawesi Selatan saat itu. Pengalamannya semakin bertambah melalui kursus jurnalistik singkat selama enam hari yang merupakan kolaborasi antara Harian Fajar dan PKC PMII Sulawesi Selatan.
Dedikasinya di dunia pers terus berkembang melalui berbagai pengalaman profesional. Ia pernah menjalani magang sebagai wartawan di Harian Fajar Makassar, sebelum kemudian berkarier sebagai wartawan di Harian Pedoman Rakyat. Kepercayaan pun datang ketika ia ditunjuk sebagai redaktur Majalah Washilah UIN Makassar, menandai peningkatan kapasitasnya dalam dunia editorial.
Untuk memperdalam wawasan, JDM juga mengikuti Pelatihan Jurnalistik Menengah hasil kerja sama Harian Pedoman Rakyat, Balai Latihan Pengembangan Masyarakat (BLPM), dan LBH Makassar. Pelatihan tersebut memperkuat pemahamannya terhadap isu-isu sosial dan dinamika masyarakat, yang kelak menjadi bekal penting dalam perannya sebagai pemimpin publik.
Selain itu, semasa kuliah, JDM juga aktif dalam organisasi profesi dengan menjadi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan. Keterlibatan ini menunjukkan pengakuan atas kapasitas dan dedikasinya di bidang jurnalistik sejak dini.
Pada tahun 1997, JDM memutuskan kembali ke Kotamobagu. Di daerah asalnya, ia tidak hanya melanjutkan kiprah jurnalistik, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan media lokal dengan menginisiasi dan mendirikan Harian Radar Totabuan bersama Hendra Mokoagow, Rahmat Batalipu, dan sejumlah wartawan lainnya. Inisiatif tersebut menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan pers lokal di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Perjalanan dari ruang redaksi menuju ruang sidang legislatif mencerminkan transformasi Jusran D. Mokolanot sebagai figur publik. Latar belakang jurnalistik yang dimilikinya menjadi modal penting dalam memahami aspirasi masyarakat, sekaligus mengawal kebijakan dengan pendekatan yang kritis, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik.
Peliput : Yardi





