Jumat, Juni 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalMenteri ATR/BPN Nusron Wahid: Kebijakan yang Baik Berawal dari Aspirasi Masyarakat

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Kebijakan yang Baik Berawal dari Aspirasi Masyarakat

DetailNews.id, Yogjakarta – Di hadapan ratusan mahasiswa dalam forum KOPDAR Bareng Mas Dar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengajak generasi muda aktif mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah agar tetap sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nusron saat menjadi pembicara dalam kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia yang diselenggarakan oleh Total Politik di Auditorium Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026).

“Kalau pejabat tidak mau, orang yang berkhidmat untuk kepentingan umum, tidak mau dicaci maki, maka sesungguhnya yang bersangkutan tidak lulus menjadi pejabat publik. Saya ingin kebijakan saya harus lebih baik maka saya harus mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat,” kata Nusron di hadapan peserta dialog yang mayoritas mahasiswa.

Dalam forum yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Pancasila tersebut, Nusron mengajak generasi muda menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan aspirasi masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila dalam penyusunan kebijakan publik. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah perlu terus dievaluasi agar tetap sejalan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila.

“Ini di bulan Pancasila, apakah kebijakan publik yang saya ambil dalam pemerintahan sudah sesuai atau tidak. Kalau belum, ayo kita koreksi bersama-sama, item-item apa yang belum sesuai dengan Pancasila,” ujarnya.

Selain membahas pentingnya kritik dalam pemerintahan, Nusron juga menyinggung momentum Malam Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengajak peserta menjadikan pergantian tahun sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri agar terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.

“Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari yang lalu, maka dia termasuk orang yang beruntung,” tuturnya.

Menurut Nusron, prinsip tersebut tidak hanya berlaku dalam kehidupan pribadi, tetapi juga harus diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setiap kebijakan yang dihasilkan, kata dia, perlu dievaluasi dan disempurnakan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Karena saya mau beruntung, maka kebijakan-kebijakan saya itu harus lebih baik,” katanya.

Kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar turut menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. Dialog yang berlangsung pada Senin malam itu sempat berjalan sekitar 30 menit sebelum akhirnya dihentikan karena situasi yang tidak kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga didampingi sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN serta Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sepyo Achanto, beserta jajaran.

Peliput : Yus Misran

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments