DetailNews.id, Tarakan – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) DPC Kota Tarakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan menggelar sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) bagi calon mahasiswa/i Dayak Agabag asal Kabudaya Perbatasan Wilayah 4 Nunukan Kalimantan Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Forum Keluarga Mahasiswa Dayak Agabag Tarakan, Kampung 6, Tarakan Timur, Sabtu (27/6/2026), itu bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika sekaligus membekali mereka agar mampu menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di Kota Tarakan.
Sekretaris DPC LPADKT Kota Tarakan, Charles, S.IP., mengatakan peringatan HANI harus menjadi momentum memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan mahasiswa yang datang dari daerah pedalaman untuk melanjutkan pendidikan.
“Kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional. Melalui sosialisasi ini kami ingin memberikan edukasi kepada adik-adik mahasiswa mengenai bahaya narkoba serta pentingnya upaya pencegahan penyalahgunaannya,” ujarnya.
Menurut Charles, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun pergaulan yang negatif.
“Kami berharap adik-adik tetap fokus menyelesaikan pendidikan, selektif dalam memilih teman bergaul, serta selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang positif demi masa depan. Jangan sampai tujuan datang ke Tarakan untuk menuntut ilmu justru terganggu karena penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ia menambahkan, momentum HANI harus dimanfaatkan untuk memperluas edukasi P4GN kepada masyarakat, terutama mahasiswa dan calon mahasiswa yang baru datang ke Kota Tarakan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan LPADKT Wilayah Tarakan Timur, Merang, mengingatkan mahasiswa asal pedalaman agar tetap memegang teguh nilai-nilai yang diajarkan keluarga selama menjalani kehidupan di perantauan.
“Rajinlah beribadah dan isi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Apa pun pesan orang tua di kampung, jadikan itu sebagai bekal selama menempuh pendidikan. Yang paling utama, jangan lupakan tujuan utama datang ke Tarakan, yaitu belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Robinson Usat Ketua DPC LPADKT juga menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Tarakan atas dukungan yang selama ini diberikan dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi P4GN.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba semakin luas menjangkau kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN Kota Tarakan yang terus mendukung kegiatan sosialisasi ini. Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bisa dilakukan secara berkesinambungan. Kami tidak ingin anak-anak yang datang ke Tarakan untuk kuliah justru menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Karena itu, edukasi harus terus dilakukan dengan melibatkan semua pihak,” tegas Robinson Usat.
Melalui kegiatan ini, LPADKT berharap peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari narkoba.
Peliput: Raden






