BerandaBolmongFKPT BMR Sambut Baik Ansor University, Siap Perkuat Pendidikan dan Riset di...

FKPT BMR Sambut Baik Ansor University, Siap Perkuat Pendidikan dan Riset di BMR

DetailNews.id, Sulut – Perguruan tinggi di Bolaang Mongondow Raya (BMR) membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara untuk menjawab tantangan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.

Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi (FKPT) BMR, Supit Mamuaya, menilai sinergi antara kampus dan organisasi kepemudaan memiliki potensi besar untuk melahirkan program konkret di bidang pendidikan, penelitian, inovasi hingga pengabdian kepada masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan sekaligus penandatanganan MoU FKPT BMR bersama PW GP Ansor Sulut di Aula STMIK Multicom Kotamobagu, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Supit, kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus mendorong perguruan tinggi agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Kotamobagu atas support dan kolaborasi yang epik untuk masa depan pendidikan di Bolaang Mongondow,” ujar Supit.

Menurutnya, sinergi perguruan tinggi dengan organisasi kepemudaan seperti Ansor dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa dan kader untuk mengembangkan kompetensi sekaligus terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

FKPT BMR juga menyambut baik program Ansor University yang merupakan program unggulan Pimpinan Pusat GP Ansor di bawah kepemimpinan Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. Addin Jauharudin.

Dari perspektif perguruan tinggi, Ansor University dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa dan kader organisasi.

Program tersebut diharapkan tidak hanya berkaitan dengan penguatan kapasitas kader, tetapi dapat berkembang menjadi laboratorium pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

FKPT BMR memandang keterlibatan organisasi kepemudaan dalam dunia kampus penting untuk memperluas jejaring sekaligus mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, kita berharap kerja sama ini bisa melahirkan program-program konkret. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, sementara organisasi kepemudaan memiliki basis kader dan masyarakat. Kalau disinergikan, tentu akan banyak hal yang bisa dilakukan,” kata Supit.

Salah satu bentuk konkret yang ditawarkan FKPT BMR melalui STMIK Multicom Kotamobagu adalah pengembangan teknologi robotik untuk membantu penanganan persoalan sampah.

Supit mengungkapkan, program tersebut berpotensi dikembangkan lebih serius melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan perguruan tinggi.

“STMIK Multicom Kotamobagu juga punya program pengembangan robotik untuk penanganan sampah yang bisa menjadi solusi terhadap permasalahan Kotamobagu hari ini. Ke depan bisa kita seriusi untuk tindak lanjut,” jelasnya.

Menurut Supit, inovasi seperti ini menjadi contoh bahwa perguruan tinggi harus mampu menghasilkan teknologi yang dapat menjawab persoalan nyata di lingkungan masyarakat.

Karena itu, FKPT BMR berharap MoU bersama GP Ansor Sulut dapat menjadi wadah untuk mendorong semakin banyak inovasi yang lahir dari kampus dan kemudian diterapkan di tengah masyarakat.

Dialog kebangsaan yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Donald Q. Tungkagi, Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Widi Mokoginta, Dewan Penasehat GP Ansor Sulut,Hamri Mokoagow, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, Syarif Mokoginta, Stafsus Walikota Kotamobagu, Anggota DPRD Kotamobagu Refli Mamonto, Rektor IAIK Muliadi Mokodompit.

Peserta dialog didominasi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi swasta di wilayah BMR, di antaranya Universitas Dumoga, IAIK, IAIM, STMIK Multicom dan STIE.

Bagi FKPT BMR, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun tradisi intelektual dan kepemimpinan generasi muda.

Mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, melakukan penelitian, menciptakan inovasi serta mengambil bagian dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Asisten I Pemkot Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, saat membacakan pesan Wali Kota Weny Gaib, menyampaikan apresiasi atas inisiatif FKPT BMR dan GP Ansor Sulut yang menghadirkan ruang dialog mengenai pendidikan dan masa depan generasi muda.

“Membangun pendidikan berarti membangun manusia. Membangun manusia berarti membangun masa depan. Dan membangun masa depan berarti mempersiapkan daerah dan bangsa agar mampu menghadapi perubahan zaman,” demikian pesan Wali Kota.

Bagi FKPT BMR, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memastikan kerja sama yang telah dibangun dapat berlanjut dalam bentuk program nyata.

Ke depan, FKPT BMR berharap kolaborasi dengan GP Ansor Sulut dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan bersama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas SDM hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat tersebut, FKPT BMR menilai perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri. Kampus, pemerintah, organisasi kepemudaan dan masyarakat harus membangun sinergi agar pendidikan benar-benar mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan Bolaang Mongondow Raya dan Sulawesi Utara.

Peliput : Owen

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments