BerandaJakartaSePOI “Aksi Nekat” Kawal Tarif Ojol, Bawa Suara 18 Kota ke Komdigi

SePOI “Aksi Nekat” Kawal Tarif Ojol, Bawa Suara 18 Kota ke Komdigi

DetailNews.id, Jakarta – Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) siap memperjuangkan aspirasi pengemudi online dari 18 kota di Indonesia. Aspirasi tersebut akan dibawa dalam rapat pembahasan pedoman perhitungan biaya jasa pengantaran barang dan makanan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Ketua Umum SePOI, Mahmud, SE, mengatakan pihaknya siap mewakili Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) dalam rapat tersebut.

“Kami siap mewakili dan memperjuangkan aspirasi serta tuntutan 18 kota di Indonesia yang tergabung dalam FDTOI. Salah satu tuntutan utama adalah adanya regulasi tarif jasa pengantaran barang dan makanan,” kata Mahmud, Kamis (20/8/26).

Mahmud mengatakan SePOI sebelumnya tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti rapat pembahasan tersebut. Namun, kondisi itu tidak membuat pihaknya mundur.

SePOI, kata Mahmud, tetap berupaya hadir karena persoalan regulasi biaya jasa pengantaran barang dan makanan merupakan bagian dari tuntutan nasional pengemudi online.

“Kami sebelumnya tidak mendapatkan undangan pada rapat hari ini. Namun, mengingat tuntutan regulasi biaya jasa pengantaran barang dan makanan merupakan bagian dari tuntutan nasional pengemudi online, kami tetap berupaya hadir,” ujarnya.

SePOI merupakan penanggung jawab FDTOI di Jakarta. Karena itu, pihaknya meminta agar FDTOI sebagai wadah perjuangan pengemudi online dari 18 kota ikut dilibatkan dalam pembahasan bersama pemerintah.

“SePOI sebagai penanggung jawab FDTOI di Jakarta, dengan segala upaya, bahkan dengan aksi nekat, meminta dengan tegas kepada pihak Komdigi agar FDTOI sebagai wadah perjuangan 18 kota di Indonesia harus ikut terlibat dalam rapat bersama Komdigi yang diwakili oleh SePOI,” tegas Mahmud.

Keterlibatan pengemudi dalam pembahasan regulasi penting agar kebijakan yang nantinya dibuat tidak hanya melihat persoalan dari sisi perusahaan aplikator maupun pemerintah.

Para pengemudi, kata dia, juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi secara langsung di lapangan.

Terpisah, dukungan terhadap langkah DPP SePOI disampaikan Ketua SePOI Kalimantan Utara (Kaltara), Misyadi. Ia menegaskan SePOI Kaltara mendukung penuh perjuangan Ketua Umum SePOI dalam membawa aspirasi pengemudi online ke tingkat nasional.

“Kami dari SePOI Kaltara mendukung penuh aksi dan perjuangan Bang Mahmud selaku Ketua Umum SePOI. Kaltara merupakan bagian dari 18 kota yang tergabung dalam FDTOI, sehingga kami berkepentingan untuk mengawal perjuangan ini,” ujar Misyadi.

Regulasi mengenai biaya jasa pengantaran barang dan makanan sudah sangat dinantikan pengemudi online di berbagai daerah. Dia berharap pembahasan bersama Komdigi dapat menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian bagi pengemudi, khususnya terkait tarif jasa pengantaran.

“Regulasi pengantaran barang dan makanan sudah sangat dinantikan oleh pengemudi online di seluruh Indonesia. Kami berharap pemerintah mendengar suara pengemudi dan memberikan regulasi yang adil,” jelasnya.

Misyadi menambahkan, perjuangan pengemudi online tidak semata-mata mengenai besaran tarif. Menurutnya, kepastian regulasi juga dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“SePOI Kaltara akan terus mendukung perjuangan di tingkat nasional. Kami ingin ekosistem transportasi online Indonesia ke depan menjadi lebih baik dan pengemudi mendapatkan kesejahteraan yang layak,” katanya.

SePOI Kaltara memastikan akan terus berkoordinasi dengan DPP SePOI dan FDTOI dalam mengawal perkembangan pembahasan regulasi tersebut.

Perjuangan itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen SePOI untuk memperjuangkan kepentingan pengemudi online di berbagai daerah.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments