DetailNews.id, Tarakan – Inflasi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Agustus 2026 tercatat 2,17% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional.
Data Bank Indonesia (BI) Kaltara yang mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi gabungan tiga wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,23% secara bulanan (month to month/mtm). Sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,44%.
Agus Taufik Kepala Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Kaltara mengatakan perkembangan inflasi di daerah masih perlu terus dipantau, terutama komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap harga dan daya beli masyarakat.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Nunukan mencatat inflasi bulanan 0,16%, dengan inflasi tahunan 1,28% dan tahun kalender 1,39%.
Tanjung Selor mengalami inflasi 0,27% secara bulanan. Secara tahunan inflasinya mencapai 1,44%, sedangkan secara tahun kalender 1,18%.
Sementara Tarakan mencatat inflasi bulanan 0,24%. Secara tahunan, Tarakan menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, yakni 2,91%, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,53%.
Kenaikan tarif angkutan laut menjadi salah satu pemicu utama inflasi Kaltara pada Agustus. Kondisi ini terjadi seiring normalisasi harga setelah berakhirnya program diskon tiket transportasi.
BI Kaltara mencatat angkutan laut memberikan andil inflasi terbesar secara bulanan, yakni 0,12%.
Sejumlah komoditas lain juga turut mendorong inflasi. Daging ayam ras memberikan andil 0,05%, sawi hijau 0,04%, kangkung 0,03%, serta pemeliharaan atau servis kendaraan sebesar 0,02%.
Namun, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Tomat menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil -0,12%, disusul bawang merah -0,07%, angkutan udara -0,04%, bensin -0,01%, dan beras -0,01%.
Penurunan tarif angkutan udara turut membantu menahan laju inflasi. Salah satu faktornya adalah turunnya harga avtur yang berdampak pada biaya operasional maskapai.
Dengan inflasi tahunan Kaltara sebesar 2,17%, pengendalian harga tetap menjadi perhatian, khususnya pada sektor transportasi dan pangan yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Peliput: Raden




