DetailNews.id, Kotamobagu – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu mengingatkan pedagang dan masyarakat agar tidak menjadikan area depan pintu gerbang Pasar 23 Maret sebagai tempat pembuangan sampah. Lokasi tersebut diperuntukkan sebagai area parkir sepeda motor bagi pengunjung pasar.
Kepala DLH Kotamobagu, Erwin Pasambuna, mengatakan imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga kebersihan sekaligus ketertiban kawasan pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat setiap hari.
Ia meminta para pedagang dan masyarakat lebih disiplin dalam mengelola sampah yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan maupun kegiatan lainnya di kawasan pasar.
“Pedagang dan masyarakat kami imbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di depan pintu gerbang pasar,” ujar Erwin saat ditemui media ini.
Erwin juga meminta pedagang menyediakan karung atau wadah khusus untuk menampung sampah. Dengan demikian, sampah dapat dikumpulkan dengan lebih tertib sehingga memudahkan petugas DLH saat melakukan pengangkutan.
Menurutnya, DLH Kotamobagu rutin melakukan pengangkutan sampah setiap hari di kawasan pasar. Namun, tingginya aktivitas perdagangan membuat sampah kembali menumpuk setelah proses pengangkutan dilakukan.
“Kami dari DLH setiap hari melakukan pengangkutan sampah, namun karena ini di pasar, setelah kami angkat ada lagi sampah yang baru,” jelasnya.
Erwin menegaskan, persoalan kebersihan pasar tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Pedagang, pengunjung, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia meminta agar tumpukan sampah tidak dibiarkan berada di sekitar pintu masuk pasar karena dapat mengganggu pemandangan maupun kenyamanan pengunjung.
“Kami mengimbau agar sampah dalam jumlah besar langsung dibawa ke TPA dan tidak dibuang di kawasan pasar,” tegasnya.
DLH Kotamobagu berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dapat terus ditingkatkan. Kebersihan kawasan pasar, kata Erwin, membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar lingkungan tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Menjaga kebersihan menjadi tugas bersama, bukan hanya pemerintah,” pungkasnya.
Peliput : Owen




