Sabtu, Mei 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraBPBD Soroti Ancaman Longsor Susulan di Mamburungan Timur, Warga Diminta Waspada

BPBD Soroti Ancaman Longsor Susulan di Mamburungan Timur, Warga Diminta Waspada

DetailNews.id, Tarakan – Tebing saluran air atau sungai di belakang permukiman warga di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur, mengalami longsor dan mengancam keselamatan rumah warga. Peristiwa yang terjadi sejak 5 Mei 2026 itu berdampak langsung pada halaman belakang rumah milik Lagiman di RT 08, Jalan P. Hidayatullah.

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan bersama sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan lapangan pada Jumat (22/5/2026). Tinjauan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab longsor sekaligus menyusun langkah penanganan pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim), serta pihak Kelurahan Mamburungan Timur.

Hasil peninjauan menunjukkan longsoran terjadi pada siring sungai dengan luas sekitar 40 hingga 60 meter persegi. Sebagian area terdampak telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat sebagai upaya darurat untuk mencegah longsor semakin meluas.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tarakan, Rika Bulan Karolin, S.E., M.M., mengatakan lokasi tersebut masih memiliki potensi longsor susulan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

“Area di sekitar jalur saluran air masih berpotensi mengalami longsor. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat dan setelah hujan deras,” ujar Rika Bulan.

Berdasarkan hasil kajian lapangan, longsor dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor. Selain tingginya curah hujan, kondisi tanah di lokasi yang lapuk dan mudah menyerap air turut memperbesar risiko pergerakan tanah. Faktor lain yang dinilai berpengaruh adalah pasang surut air laut yang menyebabkan penggerusan pada tebing sungai.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tarakan, Rika Bulan Karolin, S.E., M.M.

Tak hanya faktor alam, minimnya sistem drainase rumah warga juga disebut menjadi salah satu penyebab. Banyak rumah di sekitar lokasi belum dilengkapi talang air, sehingga air hujan langsung jatuh ke area bibir tebing dan mempercepat proses erosi.

Rika menjelaskan, mekanisme longsor terjadi ketika air pasang meresap ke pori-pori tanah tebing dan meningkatkan beban massa tanah. Saat air surut secara cepat, tekanan penahan pada tebing berkurang drastis sehingga tanah yang telah jenuh air kehilangan kestabilan dan akhirnya runtuh.

“Turunnya muka air sungai secara cepat menghilangkan tekanan penahan pada tebing. Di sisi lain, air hujan yang jatuh langsung dari atap rumah membuat tanah menjadi jenuh dan memperbesar risiko longsor,” jelasnya.

Saat ini, BPBD Kota Tarakan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Mamburungan Timur, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan untuk mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di lokasi terdampak.

Dinas PUPR disebut telah merencanakan penanganan lanjutan pada tahun 2026, sementara pihak kelurahan akan mengoordinasikan status kepemilikan lahan warga yang terdampak guna mendukung proses penanganan.

Sebagai langkah mitigasi, warga diimbau memasang talang air pada atap rumah, membangun sistem drainase yang baik di atas tebing, serta membuat talud atau dinding penahan tanah yang dilengkapi saluran pembuangan air (weep hole) untuk mengurangi risiko gerusan dan longsor susulan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kondisi bagian belakang rumah warga yang berbatasan langsung dengan tebing sungai masih dinilai rawan dan memerlukan penanganan segera agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments