DetailNews.id, Tarakan – Ikatan Perempuan Pakuwaja (IPP) Kota Tarakan memanfaatkan ajang Pawai Eraw Tengkayu XV Tahun 2026 untuk menyuarakan semangat persatuan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam melestarikan budaya nusantara.
Dengan balutan busana adat Jawa Timur dan konsep yang sarat makna, IPP menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam pawai yang digelar Sabtu (4/7/2026).
Mengusung nomor peserta 055, IPP Tarakan tampil dengan mengangkat filosofi perempuan tangguh melalui ornamen berbentuk busur panah yang melambangkan sosok Srikandi—perempuan pemberani yang pantang menyerah.
Rangkaian taman bunga yang menghiasi penampilan mereka menjadi simbol kelembutan sekaligus kekuatan perempuan dalam menjaga persatuan dan budaya.
Perpaduan warna merah, kuning, dan hijau yang dikenakan para peserta juga memiliki makna mendalam, yakni mencerminkan falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, sebagai wujud penghormatan terhadap budaya lokal tanpa meninggalkan jati diri budaya leluhur.
Ketua Ikatan Perempuan Pakuwaja Tarakan, Nunung Tri Sulistiawati, SH., MH., mengatakan keikutsertaan IPP dalam Eraw Tengkayu bukan sekadar mengikuti pawai, tetapi menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga Jawa sekaligus menunjukkan komitmen melestarikan seni dan budaya di tanah rantau.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari Eraw Tengkayu XV. Ini adalah momentum untuk terus menjaga, memperkenalkan, dan melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Menurut Nunung, IPP merupakan organisasi sosial yang menjadi wadah silaturahmi perempuan warga Jawa di Kota Tarakan. Selama ini, organisasi terus menjalankan berbagai kegiatan sosial, budaya, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Melalui semangat “Guyub Rukun Saklawase, Semangat Urip Bebarengan”, IPP juga terus membangun sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun pemerintah agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara.
Di akhir penampilannya, IPP menyampaikan pesan persatuan melalui semboyan, “Mari bersama bersatu, berdaulat melindungi budaya, gemilang Panguntaka, jaya selamanya.” Pesan tersebut menjadi ajakan agar masyarakat terus menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Tarakan.
Peliput: Raden






