DetailNews.id, Bitung – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bitung kembali dipercaya menjadi mitra utama dalam penguatan kapasitas penanganan keadaan darurat di lingkungan TNI Angkatan Laut. Melalui instruktur terbaiknya, Damkar Bitung terlibat langsung dalam kegiatan Pembinaan Operasi dan Latihan (Binopslat) Bidang Penanggulangan Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kapal (PEK) Tahun 2026 yang diselenggarakan Guskamla Koarmada II di Markas Guskamla Koarmada II Bitung, Kamis (2/7/2026).
Keterlibatan Damkar Bitung menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit menghadapi berbagai kondisi darurat, baik di pangkalan maupun saat menjalankan operasi di laut. Pada hari kedua, latihan dilanjutkan di atas KRI LBA-881 dengan materi Penyelamatan Kapal (PEK) dari ancaman kebakaran dan kebocoran.
Berdasarkan Surat Tugas Nomor: 364/DISKAR-P/123/VII/2026, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, Rudi Ponamon, menugaskan tim instruktur yang dipimpin Nimrot O. Polontoh, S.Pi., bersama jajaran pejabat struktural dan fungsional. Materi teknis penanganan kebakaran disampaikan oleh Boni Mugama, yang memberikan pembekalan mengenai teknik pemadaman, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga prosedur keselamatan dalam penanganan kondisi darurat.
Selain personel Guskamla Koarmada II, latihan juga melibatkan unsur Dinas Perhubungan Kota Bitung, Tim Kesehatan RSAL Dr. Wahyu Slamet Bitung, serta anggota Pramuka Saka Bahari dan Saka Bhayangkara Kota Bitung sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana dan keadaan darurat.
Secara keseluruhan kegiatan berada di bawah tanggung jawab Komandan Guskamla Koarmada II, Laksma TNI Edy Setiawan, S.E. Pembukaan latihan dilaksanakan oleh Kepala Staf Guskamla Koarmada II, Kolonel (P) Irwan Aditya Winarno, S.Hub.Int., mewakili Komandan Guskamla sekaligus bertindak sebagai Perwira Penasehat Latihan. Sementara Asisten Operasi Danguskamla Koarmada II, Kolonel Laut (P) Dwi Herdian Saputra, M.Tr.Opsla., bertugas sebagai Pelaksana Latihan (Palaklat)/Komandan Latihan (Danlat), dengan Lettu Laut (S) Ahmad Rudi Wicaksono sebagai Perwira Pelaksana Latihan (Papelat).
Rangkaian latihan diawali dengan pembekalan teori mengenai penanggulangan kebakaran, penggunaan APAR, teknik penyelamatan (rescue), hingga penanganan medis dalam kondisi darurat. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan simulasi lapangan berupa penggunaan APAR dan pemadaman api menggunakan armada pemadam kebakaran milik Dinas Damkar Kota Bitung.
Mewakili Komandan Guskamla Koarmada II, Kolonel (P) Irwan Aditya Winarno menegaskan bahwa kemampuan menghadapi keadaan darurat merupakan kompetensi yang wajib dimiliki setiap prajurit TNI Angkatan Laut.
“Prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur, tetapi juga harus mampu mengendalikan berbagai kondisi darurat, termasuk kebakaran dan penyelamatan kapal. Melalui latihan ini kita membangun disiplin, koordinasi, serta kemampuan bertindak cepat sehingga setiap personel siap menghadapi situasi sebenarnya,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, Nimrot O. Polontoh, menilai sinergi antara Damkar dan TNI AL menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan.
“Penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada peralatan, tetapi sangat ditentukan oleh kemampuan personel dalam memahami prosedur dan mengambil tindakan secara cepat serta tepat. Melalui latihan bersama ini, kami ingin membagikan standar operasional dan pengalaman lapangan agar seluruh peserta memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat yang sebenarnya,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan Damkar Bitung dalam pelatihan lintas instansi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana dan kebakaran.
Sementara itu, Palaklat/Danlat Kolonel Laut (P) Dwi Herdian Saputra menjelaskan seluruh skenario latihan disusun menyerupai kondisi nyata yang berpotensi terjadi saat operasi di laut.
“Kami ingin setiap prajurit mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kemampuan tersebut hanya dapat dibangun melalui latihan yang berkesinambungan sehingga personel benar-benar siap menghadapi ancaman kebakaran maupun keadaan darurat di kapal,” jelasnya.
Pada hari kedua, latihan difokuskan pada skenario Penyelamatan Kapal (PEK) di atas KRI LBA-881 yang meliputi pengendalian kerusakan kapal (damage control), penanggulangan kebocoran, pemadaman kebakaran di kapal, hingga penyelamatan personel guna menjaga kesiapan operasional unsur laut.
Melalui kolaborasi antara Guskamla Koarmada II dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, kegiatan Binopslat Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL, tetapi juga memperkuat sinergi antarinstansi dalam membangun sistem penanganan keadaan darurat yang cepat, terkoordinasi, dan efektif demi mendukung keselamatan operasi serta keamanan maritim nasional.
Peliput : ical






