Jumat, Juni 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBolmongDeteksi Dini Diperkuat, Dinkes Bolmong Temukan Kasus Baru HIV dan Sifilis

Deteksi Dini Diperkuat, Dinkes Bolmong Temukan Kasus Baru HIV dan Sifilis

DetailNews.id, Bolmong – Pelaksanaan skrining kesehatan di Kabupaten Bolaang Mongondow kembali mengungkap temuan kasus penyakit menular. Sepanjang 2026, Dinas Kesehatan mencatat tiga kasus baru HIV dan sembilan kasus sifilis yang berhasil dideteksi lebih awal untuk segera mendapatkan pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, I Ketut Kolak, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Emi Aleda, mengatakan skrining kesehatan berperan penting dalam menemukan kasus lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan.

“Dengan skrining ini, kasus dapat ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera diberikan,” ujar Emi.

Dari sembilan kasus sifilis yang teridentifikasi, delapan di antaranya ditemukan pada kelompok usia produktif 20–49 tahun, terdiri dari tiga laki-laki dan lima perempuan. Sementara satu kasus lainnya terjadi pada kelompok usia 15–19 tahun. Seluruh pasien yang terdeteksi telah mendapatkan pengobatan.

Sementara itu, tiga kasus baru HIV ditemukan masing-masing di Puskesmas Komangaan, Puskesmas Lolak, dan Puskesmas Buntalo. Dua kasus berasal dari kelompok usia 20–49 tahun dan satu kasus pada usia di atas 50 tahun. Hingga saat ini tidak terdapat laporan kematian yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Emi juga menyampaikan bahwa selama tahun 2025 terdapat 22 pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan di Kabupaten Bolaang Mongondow, terdiri atas 12 laki-laki dan 10 perempuan. Data tersebut mencakup pasien yang mengakses layanan kesehatan di wilayah Bolmong.

Dinas Kesehatan Bolmong terus mengimbau masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki faktor risiko, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain itu, edukasi mengenai pencegahan infeksi menular seksual dan upaya mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terus ditingkatkan agar masyarakat lebih terbuka dalam mengakses layanan kesehatan.

Peliput : Dayat

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments