DetailNews.id, Bolmong – Percepatan penyaluran bantuan permodalan bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan penguatan upaya penanganan stunting menjadi dua agenda utama yang dibahas Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Dony Lumenta.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), para camat, serta pendamping desa guna memastikan proses verifikasi dan administrasi calon penerima bantuan berjalan sesuai target.
Dalam arahannya, Dony Lumenta menekankan pentingnya penyelesaian administrasi agar bantuan permodalan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Program bantuan permodalan ini harus tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.
Forum tersebut juga menjadi ajang evaluasi bagi Tim Verifikasi Pendamping untuk memantau perkembangan pendataan pelaku Tenaga Kerja Mandiri di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.
Sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait kelengkapan dokumen dan validasi data calon penerima manfaat, turut dibahas guna mencari solusi percepatan penyelesaiannya.
Selain penyaluran bantuan modal, Pemerintah Kabupaten Bolmong juga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting. Menurut Dony, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui bantuan permodalan memiliki keterkaitan dengan upaya perbaikan kualitas hidup keluarga, termasuk pencegahan stunting.
Rapat koordinasi dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Disnakertrans, seluruh camat se-Kabupaten Bolaang Mongondow, serta para pendamping desa.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Bolmong menargetkan proses verifikasi dan penyelesaian administrasi calon penerima bantuan dapat segera dituntaskan sehingga penyaluran bantuan permodalan kepada Tenaga Kerja Mandiri dapat direalisasikan sesuai jadwal.
Peliput : Dayat






