Selasa, Juli 21, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaJatimFawait Minta Mahasiswa KKN Tak Hanya Mengkritik, Tapi Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

Fawait Minta Mahasiswa KKN Tak Hanya Mengkritik, Tapi Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

DetailNews.id, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, melepas sekitar 3.000 mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2026 di berbagai desa di Kabupaten Jember. Pelepasan berlangsung di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026).

Dalam sambutannya, Fawait mengajak para mahasiswa memanfaatkan program KKN sebagai wadah untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan gagasan dan aksi yang berdampak langsung bagi pembangunan desa.

“Kita jangan cuma pintar mengkritik atau bahkan mencaci maki, tapi kita harus memberikan masukan-masukan konkret,” ujar Fawait.

Program KKN Kolaboratif 2026 mengusung tema “Desa Cinta” (Desa Pendataan Akurat, Kemiskinan Tuntas). Melalui program tersebut, mahasiswa akan melakukan pendataan dan validasi kondisi masyarakat secara langsung, khususnya warga yang masuk kategori desil 2, guna mendukung penyusunan data kemiskinan yang lebih akurat.

Menurut Fawait, validitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pengentasan kemiskinan. Dengan data yang tepat, bantuan sosial diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.

“Ketika pemerintah ingin mengentaskan kemiskinan, pemerintah bisa tepat memberikan kepada orang yang tepat, memberikan kepada orang yang berhak,” katanya.

Ia menilai pelaksanaan KKN Kolaboratif juga menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan Kabupaten Jember yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Jawa Timur dengan sekitar 31 perguruan tinggi, namun masih memiliki angka kemiskinan yang tinggi.

Menurutnya, keberadaan ribuan mahasiswa di Jember harus mampu menjadi kekuatan dalam mendukung program pembangunan dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, Fawait mengingatkan para peserta KKN agar menjaga etika, sikap, serta nama baik perguruan tinggi selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

“Nama almamater ada di pundak adik-adik semuanya,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Fawait juga mengumumkan rencana Pemerintah Kabupaten Jember untuk kembali membuka program beasiswa pendidikan tinggi bagi sekitar 4.200 putra-putri asli Jember. Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Jember maupun di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Fawait, pemberian beasiswa merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk mengurai kemiskinan lewat jalur pendidikan,” pungkasnya.

Peliput : Lukman

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments