BerandaJakartaIndonesia Naik ke Peringkat 3 Dunia Sektor Kuliner, Cita Rasa Lokal Berdaya...

Indonesia Naik ke Peringkat 3 Dunia Sektor Kuliner, Cita Rasa Lokal Berdaya Saing Global

DetailNews.id, Jakarta – Indonesia semakin memperkuat posisinya di industri makanan halal dunia. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia pada sektor makanan halal, naik satu peringkat dibandingkan periode sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar kuliner halal ke tingkat internasional, dengan mengandalkan kekayaan cita rasa Nusantara, peningkatan kualitas produk, serta pemenuhan standar halal.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI per 14 Oktober 2026, Indonesia telah memiliki 123 perjanjian pengakuan halal (Mutual Recognition Arrangement/MRA) dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang mencakup 43 negara. Posisi Indonesia juga didukung oleh besarnya pasar domestik dan potensi produk kuliner lokal yang beragam.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, saat membuka International Halal Chef Competition (IN2HCC) dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, Presiden Islamic Chef and Culinary of Indonesia (ICCI), Adie Miartadi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

IN2HCC mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juru masak profesional, serta pelaku industri kuliner dari berbagai negara. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga mendorong inovasi kuliner halal dengan mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara dan pemanfaatan bahan baku lokal.

Untuk memaksimalkan peluang tersebut, penguatan produktivitas UMKM, konsistensi mutu, dan perluasan akses pasar internasional menjadi faktor penting. Pemenuhan standar serta sertifikasi halal juga menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Presiden ICCI, Adie Miartadi, menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia dalam pengembangan industri kuliner halal. Menurutnya, juru masak yang memahami standar halal memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas produk dan mendorong inovasi.

Penguatan kompetensi juru masak halal, yang didukung kolaborasi lintas sektor serta pengembangan menu berbasis bahan baku halal, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja. Upaya tersebut juga berpotensi memperluas pasar produk kuliner Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.

Pengembangan industri kuliner halal juga membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. Selain kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan bahan baku halal berkualitas, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan identitas produk perlu menjadi perhatian.

Keterpaduan berbagai aspek tersebut dapat membantu pelaku usaha menjaga konsistensi mutu, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa halal bukan semata-mata persoalan pembatasan, melainkan juga bagian dari upaya membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi.

“Masyarakat agar menyambut dan mendukung kehalalan produk kuliner secara positif dan damai, karena sejatinya kehalalan dapat memperkuat kepercayaan dan loyalitas masyarakat, sehingga berdampak terhadap ekosistem pengembangan produk halal,” ujarnya.

Bank Indonesia turut mendukung penguatan UMKM makanan dan minuman halal melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui pendampingan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat jejaring bisnis pelaku usaha.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, pelaku usaha, komunitas kuliner, dan mitra strategis lainnya untuk mengembangkan ekosistem kuliner halal yang kompetitif.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan penetrasi produk kuliner halal Indonesia di pasar internasional.

Rangkaian ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JICC, Jakarta, dengan menghadirkan beragam kegiatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah area Halalicious yang menyajikan ratusan pilihan makanan dan minuman halal dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui penguatan kualitas, inovasi, sertifikasi halal, dan kolaborasi lintas sektor, kuliner Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu bersaing dan memperluas jangkauan di pasar global.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments