DetailNews.id, Boltara – Persoalan dugaan dampak konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sejumlah siswa di Kecamatan Kaidipang akhirnya dibahas DPRD Bolaang Mongondow Utara melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (22/6/2026). Namun, pembahasan tersebut berlangsung tanpa akses liputan langsung dari media.
Sebelumnya, agenda RDP tersebut sempat diinformasikan kepada sejumlah media untuk diliput. Namun, saat rapat akan dimulai, wartawan yang telah berada di lokasi diminta meninggalkan ruang rapat sehingga tidak dapat mengikuti jalannya pembahasan.
Kebijakan tersebut kemudian menuai pertanyaan dari kalangan jurnalis karena berbeda dengan informasi awal terkait pelaksanaan RDP.
Wakil Ketua DPRD Boltara, Depri Pontoh, menjelaskan bahwa keputusan menggelar rapat secara tertutup dilakukan agar proses pembahasan dapat berjalan lebih fokus serta menghindari adanya informasi yang belum utuh berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, berbagai keterangan dari pihak-pihak terkait perlu dikaji secara menyeluruh sebelum disampaikan kepada publik.
“Setelah rapat selesai, teman-teman media dipersilakan mewawancarai langsung pihak-pihak yang hadir dalam RDP,” ujar Depri.
Ia memastikan hasil pembahasan RDP akan disampaikan kepada media setelah seluruh agenda rapat selesai dilakukan.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Boltara, Amin Lasena, menyayangkan keputusan DPRD yang membatasi akses media dalam rapat tersebut.
Menurut Amin, persoalan yang dibahas dalam RDP menyangkut kepentingan masyarakat luas, terutama siswa, orang tua, serta pelaksanaan program pemerintah yang menggunakan anggaran negara.
“RDP itu bukan membahas rahasia negara. Yang dibahas adalah persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana penyelesaiannya,” ujar Amin saat ditemui awak media di salah satu kafe di kawasan wisata Pantai Batu Pinagut Boroko.
Ia menilai keterbukaan informasi penting dilakukan, terlebih isu yang dibahas berkaitan dengan program pemerintah yang menyasar anak-anak sekolah.
“Kalau rapat ditutup, orang akan bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya dibahas? Mengapa masyarakat tidak boleh tahu? Padahal yang sedang dibahas adalah program yang menggunakan uang rakyat dan menyasar anak-anak sekolah,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil resmi RDP belum disampaikan kepada media. DPRD Boltara menyatakan kesimpulan rapat akan diumumkan setelah seluruh proses pembahasan selesai.
Peliput : Kifli






