Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat, saat mengunjungi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ayu Heni Rosan Roeslani, istri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Lestari menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kreativitas, khususnya melalui kerajinan batik. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dibutuhkan agar potensi tersebut dapat terus diasah dan menghasilkan karya yang membanggakan.
“Kita harus memberi perhatian lebih kepada anak-anak disabilitas di Jepara. Saya kagum dengan kreativitas anak-anak Sekolah Luar Biasa dalam membatik,” ujar Lestari.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Rerie itu juga mengajak masyarakat untuk berkunjung ke Dekranasda Kabupaten Jepara. Ia menilai tempat tersebut menyimpan beragam produk unggulan hasil kreativitas pelaku usaha lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga produk makanan.
“Mari datang ke Dekranasda Kabupaten Jepara. Kita harus mendukung Dekranasda semakin maju dan berkembang. Apalagi di sini ada karya anak-anak SLB Jepara yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Apresiasi tersebut disambut gembira Kepala SLB Jepara, Mohamad Arif Priwijayanto. Saat dihubungi melalui telepon seluler, ia mengaku bangga karena karya batik peserta didiknya mendapat perhatian dari Wakil Ketua MPR RI, istri menteri, dan berbagai pihak lainnya.
Menurut Arif, apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus membina dan membimbing para siswa agar kemampuan mereka semakin berkembang dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Kami dari SLB Jepara sangat bangga dan senang karya anak-anak SLB Jepara diapresiasi Wakil Ketua MPR RI dan istri menteri serta semua pihak. Ke depannya kami akan membina dan membimbing anak-anak agar lebih berprestasi lagi,” ungkapnya.
Kreativitas siswa SLB Jepara dalam bidang batik telah menghasilkan sejumlah prestasi di tingkat nasional. Batik Sekar Samudera berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Keterampilan Siswa (LKS) tingkat nasional pada Agustus 2026. Sementara itu, Batik Sekar Gendhis Jawi meraih juara kedua LKS Disabilitas tingkat nasional pada 2025.
Adapun produk batik unggulan yang dikembangkan para siswa meliputi batik tulis dan batik ciprat. Karya-karya tersebut juga ditampilkan dalam berbagai kegiatan, di antaranya pameran Hari Disabilitas Internasional (HDI), peringatan Hari Jadi Kota Jepara, HUT PGRI, kegiatan sekolah, serta sejumlah agenda lainnya.
Dukungan terhadap kreativitas siswa SLB Jepara diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam industri kreatif dan mengembangkan kemandirian melalui karya yang mereka hasilkan.
Peliput : Slamet




