DetailNews.id, Bitung – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan kegiatan operasional kapal tetap berjalan di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Aspek keselamatan pelayaran, pemantauan kondisi perairan, serta kelancaran layanan kepada masyarakat menjadi perhatian utama perusahaan.
Melalui koordinasi dengan stakeholder terkait, PELNI terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan setiap perjalanan kapal dapat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi operasional di lapangan.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan transportasi laut PELNI dapat menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat, khususnya ketika terjadi penyesuaian pada layanan transportasi udara.
“Dalam situasi seperti ini, PELNI berupaya memastikan konektivitas masyarakat tetap tersedia melalui transportasi laut. Kami mengajak masyarakat yang membutuhkan perjalanan dari Jakarta untuk mempertimbangkan kapal PELNI sebagai salah satu alternatif, dengan tetap memperhatikan jadwal keberangkatan dan ketersediaan tiket,” ujar Ditto.
Dari Pelabuhan Tanjung Priok, sejumlah kapal PELNI melayani perjalanan menuju berbagai kota, termasuk Surabaya dan sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.
Salah satu layanan yang memiliki konektivitas langsung dengan Sulawesi Utara adalah KM Nggapulu, yang dalam rutenya melayani perjalanan Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate hingga Bitung.
Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pelayaran.
“PELNI Cabang Bitung terus memantau perkembangan kondisi operasional dan informasi dari stakeholder terkait. Prinsip utama kami adalah memastikan setiap pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran,” kata Nurul. Rabu (9/9)
Menurutnya, kondisi alam dan perkembangan cuaca maupun aktivitas vulkanik menjadi bagian penting yang harus terus dipantau dalam penyelenggaraan transportasi laut.
“Kami tidak hanya melihat aspek kelancaran perjalanan, tetapi juga memastikan seluruh keputusan operasional mempertimbangkan faktor keselamatan. Jika terdapat perkembangan kondisi yang memerlukan penyesuaian, tentunya akan kami koordinasikan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Nurul juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kapal PELNI untuk memastikan informasi keberangkatan sebelum menuju pelabuhan.
“Penumpang kami imbau untuk selalu mengecek jadwal keberangkatan melalui kanal resmi PELNI. Informasi perjalanan dapat berubah mengikuti kondisi operasional dan perkembangan di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir selama seluruh perjalanan dilaksanakan berdasarkan prosedur keselamatan dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. PELNI akan terus memberikan informasi resmi apabila terdapat perubahan jadwal atau operasional,” tutur Nurul.
PELNI mencatat sejumlah keberangkatan kapal dari Cabang Jakarta sepanjang September 2026. Untuk tujuan Batam hingga Belawan, terdapat KM Dorolonda yang dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 10 September 2026 pukul 08.00 WIB dan berangkat pada pukul 15.00 WIB.
Sementara untuk tujuan Surabaya dan wilayah lainnya, terdapat beberapa keberangkatan, antara lain:
KM Nggapulu Voyage 17
Tiba di Tanjung Priok: 7 September 2026, pukul 15.00 WIB
Berangkat: 8 September 2026, pukul 20.00 WIB
Rute: Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.
KM Gunung Dempo Voyage 16
Tiba di Tanjung Priok: 8 September 2026, pukul 00.01 WIB
Berangkat: 8 September 2026, pukul 10.00 WIB
Rute: Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.
KM Labobar Voyage 17
Tiba di Tanjung Priok: 16 September 2026, pukul 20.00 WIB
Berangkat: 17 September 2026, pukul 13.00 WIB
Rute: Surabaya–Makassar–Baubau–Ambon–Banda–Tual–Dobo–Kaimana–Fakfak.
KM Dobonsolo Voyage 16 Rute B
Tiba di Tanjung Priok: 17 September 2026, pukul 13.00 WIB
Berangkat: 18 September 2026, pukul 01.00 WIB
Rute: Surabaya–Makassar–Baubau–Sorong–Manokwari.
Selanjutnya, KM Nggapulu Voyage 18 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 21 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 22 September 2026 pukul 18.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.
Kemudian KM Gunung Dempo Voyage 17 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 23 September 2026 pukul 04.00 WIB dan berangkat pada pukul 18.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.
Sementara KM Labobar Voyage 18 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 30 September 2026 pukul 20.00 WIB, sedangkan waktu keberangkatan masih menunggu emplooi.
PELNI menegaskan jadwal perjalanan tersebut dapat mengalami perubahan sesuai kondisi operasional dan perkembangan situasi di lapangan.
Untuk mendapatkan tiket, masyarakat dapat menggunakan berbagai kanal pembelian resmi PELNI, antara lain aplikasi PELNI Mobile, website PELNI, Contact Center 162, loket cabang, serta berbagai mitra pembayaran dan penjualan tiket yang telah bekerja sama dengan PELNI.
“Sekali lagi kami mengimbau calon penumpang untuk memastikan tiket dan jadwal perjalanan melalui kanal resmi. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat sekaligus menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Nurul Azhar.
PELNI saat ini mengoperasikan 84 kapal, terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut dan 1 kapal ternak yang melayani konektivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam menghadapi dinamika kondisi alam dan operasional, PELNI berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan transportasi laut dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Peliput : ical




