BerandaKaltaraProduksi Cabai Tarakan Melonjak, Kini Dibidik Jadi Sentra di Kaltara

Produksi Cabai Tarakan Melonjak, Kini Dibidik Jadi Sentra di Kaltara

DetailNews.id, Tarakan – Produksi cabai rawit di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), terus meningkat. Hingga September 2026, produksi komoditas tersebut mencapai 9.229 ton, melampaui total produksi sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 7.293 ton.

Peningkatan produksi ini membuat Tarakan diusulkan menjadi sentra cabai di Kaltara. Potensi tersebut didukung oleh sebaran kelompok tani di hampir seluruh kecamatan serta distribusi cabai lokal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar setempat, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah lain.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan, Nur Rahmi Majid, mengatakan wilayah Tarakan Utara, khususnya Juata dan Juata Laut, menjadi salah satu kawasan penghasil cabai. Selain itu, Tarakan Timur juga memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas tersebut.

“Kalau melihat sentranya, wilayah Tarakan Utara, khususnya Juata dan Juata Laut, merupakan salah satu sentra cabai. Selain itu, wilayah Tarakan Timur juga cukup potensial,” kata Nur Rahmi, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, peningkatan produksi cabai di Tarakan didukung berbagai program pengembangan pertanian. Dukungan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan, APBD Provinsi Kaltara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk Bank Indonesia (BI).

Bantuan dan pendampingan diberikan kepada petani untuk meningkatkan produksi sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi. Sebab, cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang dapat memengaruhi pergerakan harga di pasaran.

Meski memiliki potensi produksi yang besar, usulan Tarakan sebagai sentra cabai di Kaltara masih memerlukan kajian lebih lanjut. Nur Rahmi menilai pemetaan komoditas unggulan setiap daerah penting dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat provinsi.

Dengan pemetaan tersebut, setiap kabupaten dan kota diharapkan dapat mengembangkan komoditas sesuai potensi wilayahnya. Daerah yang memiliki produksi melimpah juga bisa menjadi penyangga pasokan bagi wilayah lain yang membutuhkan.

“Harapannya, nanti setiap daerah bisa memiliki komoditas unggulan dan menjadi daerah penyangga bagi wilayah lainnya. Misalnya, Tarakan bisa menjadi sentra cabai, sedangkan daerah lain dengan komoditas unggulan masing-masing,” jelasnya.

Potensi produksi cabai Tarakan juga terlihat dari aktivitas petani di lapangan. Di kawasan Juata Laut, misalnya, terdapat seorang petani yang menanam sekitar 6.000 batang cabai. Jumlah tersebut belum termasuk tanaman milik petani lain yang tergabung dalam kelompok tani di wilayah itu.

Nur Rahmi menjelaskan, data produksi pertanian dihimpun melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan statistik pertanian, kemudian diolah oleh dinas terkait.

Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, cabai hasil pertanian Tarakan juga dipasarkan ke sejumlah daerah lain. Distribusi dilakukan melalui jalur laut, termasuk menggunakan speedboat dan melalui Nunukan.

Bahkan, pihaknya pernah menerima laporan mengenai pengiriman cabai lokal Tarakan hingga Tawau. Namun, tidak seluruh distribusi tersebut tercatat karena pengiriman tidak selalu melalui pintu utama yang menjadi titik pencatatan.

Di sisi lain, Tarakan masih menerima pasokan cabai dari luar daerah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga ketersediaan barang di pasar.

Menurut Nur Rahmi, cabai lokal memiliki keunggulan dari sisi daya tahan. Cabai yang didatangkan dari luar daerah umumnya telah menempuh perjalanan selama beberapa hari sehingga berpotensi lebih cepat mengalami kerusakan.

Dengan produksi yang telah melampaui capaian tahun sebelumnya, sebaran kelompok tani di sejumlah kecamatan, serta distribusi yang menjangkau daerah lain, Tarakan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sentra cabai di Kaltara.

Namun, penetapan status tersebut masih memerlukan kajian dan pemetaan potensi produksi secara lebih terukur agar pengembangan komoditas cabai dapat berjalan berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan di Kaltara.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments