DetailNews.id, Kotamobagu – Persoalan pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu menjadi salah satu isu utama yang disuarakan mahasiswa dalam aksi penyampaian aspirasi di Kantor Wali Kota Kotamobagu, Senin (22/6/2026). Selain sampah, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif.
Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam dialog terbuka bersama massa aksi, Sofyan mengapresiasi peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang turut memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Ia mengajak mahasiswa untuk terus berkontribusi melalui edukasi kepada masyarakat, terutama dalam pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan pemerintah serta mendorong pelaku usaha agar memenuhi ketentuan administrasi dan perizinan.
“Adik-adik merupakan ujung tombak intelektual bagi daerah ini. Mari bersama-sama mengedukasi masyarakat agar fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik serta mendorong pelaku usaha untuk melengkapi seluruh perizinan yang diperlukan,” ujar Sofyan.
Terkait persoalan sampah yang menjadi salah satu isu utama dalam aksi tersebut, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu telah menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas.
Menurutnya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera mencari langkah penyelesaian yang efektif dan berkelanjutan.
Salah satu strategi yang akan dilakukan, kata Sofyan, yakni mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya, baik melalui rumah tangga maupun lingkungan yang berada dalam pengelolaan pemerintah.
“Kita harus melakukan intervensi terhadap persoalan ini. Pengurangan volume sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting yang segera dijalankan,” katanya.
Usai dialog, seluruh aspirasi mahasiswa dicatat untuk menjadi bahan tindak lanjut pemerintah daerah. Massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib dan situasi tetap aman serta kondusif.
Dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif dalam menyampaikan masukan sekaligus mendorong perbaikan kebijakan demi kemajuan Kota Kotamobagu.
Peliput : Owen






