DetailNews.id, Tarakan – Peringatan Hari Buruh Internasional di Tarakan tahun ini diisi dengan aksi sosial. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Kalimantan Utara memilih membagikan paket sembako kepada para pekerja, Jumat (1/5/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di kawasan Foodcourt Gitajalatama, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah. Ketua KSBSI Kaltara, Raden Yusuf, mengatakan peringatan May Day kali ini sengaja difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Selain pembagian sembako, kami juga menggelar kerja bakti. Kami ingin menunjukkan bahwa Hari Buruh tidak harus selalu diwarnai aksi demonstrasi,” kata Yusuf.
Total sekitar 40 paket sembako dibagikan kepada berbagai kalangan pekerja, mulai dari pengemudi ojek online, penyapu jalan, hingga juru parkir. Tak hanya itu, bantuan tambahan juga disalurkan kepada pedagang kecil di pinggir jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor informal.
Kegiatan ini turut didukung Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Kapolres Tarakan dan BPJS Ketenagakerjaan Tarakan. KSBSI menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sehingga kegiatan berjalan lancar.
“Kami berterima kasih atas kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Ke depan, KSBSI berharap peringatan Hari Buruh tidak lagi identik dengan tuntutan, melainkan menjadi simbol kesejahteraan pekerja yang benar-benar terwujud.
“Harapannya, May Day bukan lagi soal menuntut, tapi merayakan kesejahteraan,” tambahnya.
Meski begitu, Yusuf mengakui masih banyak persoalan ketenagakerjaan yang harus diperjuangkan. Salah satunya terkait upah. Saat ini, UMK Tarakan berada di kisaran Rp4,7 juta per bulan, yang dinilai masih belum mencukupi bagi pekerja yang sudah berkeluarga.
“UMK itu standar untuk lajang. Kalau sudah berkeluarga, idealnya bisa di atas Rp6 juta agar lebih layak,” jelasnya.
Selain upah, KSBSI juga menyoroti belum adanya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kalimantan Utara. Selama ini, penyelesaian sengketa ketenagakerjaan harus dilakukan ke luar daerah, yang dinilai memberatkan pekerja.
“Pembentukan PHI di Kaltara menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, KSBSI Kaltara akan menggelar Rapat Kerja Wilayah pada 11 Mei mendatang di Tarakan. Agenda tersebut akan dirangkai dengan dialog terbuka membahas berbagai isu ketenagakerjaan di daerah.
Peliput: Amin



