DetailNews.id, Kotamobagu – Sejumlah pengguna jalan di Kota Kotamobagu mengeluhkan keberadaan skuter listrik yang kerap berbaur dengan arus lalu lintas utama dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Tren tersebut banyak digemari kalangan Gen Z dan digunakan sebagai sarana hiburan maupun mobilitas jarak dekat di dalam kota. Namun, di balik meningkatnya popularitas itu, keberadaan pengguna skuter listrik di jalan raya mulai menuai keluhan dari masyarakat, terutama pengendara mobil dan sepeda motor.
Sejumlah pengguna jalan menilai, pengguna skuter listrik kerap berbaur dengan arus lalu lintas utama, bahkan terlihat berkelompok di titik-titik persimpangan padat seperti kawasan sekitar Masjid Agung Baitul Makmur dan Taman Kota Kotamobagu.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Beberapa pengendara mengaku hampir terlibat insiden akibat keberadaan rombongan skuter listrik di jalur kendaraan bermotor.
“Beberapa kali saya hampir menabrak rombongan anak muda yang mengendarai skuter listrik di sekitar lampu merah ini. Kalau tidak ditertibkan atau diarahkan ke tempat yang tepat, bisa saja menimbulkan korban,” ujar Ken, salah satu pengendara mobil di sekitar perempatan Masjid Agung Baitul Makmur–Taman Kota Kotamobagu.
Masyarakat pun berharap Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu bersama Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu dapat segera melakukan penertiban serta memberikan arahan terkait penggunaan skuter listrik agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama.
Secara umum, skuter listrik memiliki sejumlah risiko keselamatan, di antaranya mudah kehilangan kendali akibat roda kecil, rentan terjatuh saat pengereman mendadak, serta kurang terlihat oleh pengendara lain di jalan raya. Selain itu, kendaraan ini tidak dilengkapi rangka pelindung maupun sabuk pengaman.
Untuk itu, pengguna diimbau selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm, menyalakan lampu, mengenakan pakaian terang atau reflektif, serta menghindari jalan dengan lalu lintas padat dan kecepatan tinggi. Penggunaan gawai atau earphone saat berkendara juga tidak disarankan karena dapat mengganggu konsentrasi.
Skuter listrik sendiri lebih dianjurkan digunakan di area yang lebih aman seperti jalur sepeda, kawasan wisata, kompleks perumahan, atau lingkungan dengan lalu lintas rendah.
Peliput : Owen






