Selasa, Juli 21, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKotamobaguUcapan Hotman Paris Picu Reaksi, PWI Kotamobagu Ingatkan Pentingnya Menghargai Pers

Ucapan Hotman Paris Picu Reaksi, PWI Kotamobagu Ingatkan Pentingnya Menghargai Pers

DetailNews.id, Kotamobagu – Sikap pengacara Hotman Paris Hutapea terhadap wartawan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung RI menuai kecaman dari PWI Kota Kotamobagu. Ucapan bernada merendahkan yang diarahkan kepada jurnalis dinilai mencederai nilai-nilai penghormatan terhadap kebebasan pers.

Pernyataan “lu punya otak nggak” yang disampaikan Hotman Paris kepada seorang wartawan menuai reaksi dari berbagai kalangan insan pers, termasuk PWI Kota Kotamobagu. Ucapan tersebut dinilai tidak pantas dan tidak mencerminkan etika komunikasi antara narasumber dengan jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

Ketua PWI Kota Kotamobagu terpilih, Konni Balamba, mengatakan pihaknya menyayangkan sikap tersebut, terlebih pernyataan itu disampaikan oleh seorang figur publik yang semestinya memahami peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi.

“Ucapan seperti itu jelas tidak bisa dibenarkan. Wartawan menjalankan tugas berdasarkan kode etik jurnalistik dan memiliki fungsi kontrol sosial. Seharusnya dihargai, bukan justru direndahkan,” tegas Konni.

Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara profesional dan berimbang. Karena itu, komunikasi yang terbangun antara jurnalis dan narasumber harus tetap mengedepankan sikap saling menghormati.

Konni menilai, pernyataan bernada merendahkan terhadap wartawan tidak hanya berdampak kepada jurnalis yang berada di lokasi kejadian, tetapi juga dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap profesi pers secara keseluruhan.

Meski demikian, PWI Kotamobagu mengapresiasi langkah Hotman Paris yang telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tersebut.

“Kami menghargai permohonan maaf yang telah disampaikan. Namun demikian, kami berharap proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujar Konni.

Ia menambahkan, penghormatan terhadap profesi wartawan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Pers memiliki peran sebagai penyampai informasi, pengawas sosial, sekaligus jembatan antara masyarakat dan berbagai pihak.

PWI Kotamobagu juga mengingatkan seluruh pihak, khususnya figur publik, agar lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik karena setiap ucapan dapat berdampak luas terhadap persepsi masyarakat.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa menghormati profesi wartawan adalah bagian dari menjaga kualitas demokrasi,” pungkas Konni.

Peliput : Owen

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments