DetailNews.id, Kotamobagu – Bantuan tanggap darurat mulai disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kepada warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., turun langsung menyerahkan bantuan kepada keluarga korban, Sabtu (3/10/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah musibah kebakaran melanda warga.
Weny mengatakan, pemerintah daerah harus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, kebutuhan dasar warga terdampak harus menjadi perhatian utama dalam penanganan awal.
“Pemerintah kota melayani seluruh warga tanpa terkecuali. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk intervensi cepat kami untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Kami memastikan negara hadir mendampingi masyarakat melewati masa-masa sulit ini,” ujar Weny.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Pemkot Kotamobagu juga melakukan pendataan terhadap kondisi warga dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan bantuan pada tahap berikutnya.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Kotamobagu Sahaya Mokoginta, Asisten II Noval Manoppo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Erwin Pasambuna, dan Kepala BPBD Asriyanti.
Hadir pula Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, Lurah Genggulang Hamijoyo Manoppo, Lurah Upai Toto Mokodongan, tim penanganan bencana, serta masyarakat sekitar.
Keterlibatan sejumlah perangkat daerah menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam menangani dampak kebakaran, mulai dari penyaluran bantuan hingga pemetaan kebutuhan warga terdampak.
Pemkot Kotamobagu juga mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga terdampak. Bersama instansi teknis terkait, pemerintah melakukan evaluasi kebutuhan material dan pendataan kondisi pascakebakaran.
Hasil pendataan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan lanjutan, termasuk kemungkinan dukungan rehabilitasi tempat tinggal bagi warga yang terdampak.
Weny menegaskan, penanganan bencana tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat. Pemerintah daerah juga akan mendorong proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Pelayanan publik tidak cukup hanya memberikan bantuan pada saat bencana terjadi, tetapi juga harus dilanjutkan dengan pendampingan dan upaya pemulihan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Di tengah penanganan korban, Weny juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama BPBD diminta terus memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Warga diimbau memeriksa instalasi listrik secara berkala, memastikan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, serta menghindari pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan.
“Pelayanan publik yang komprehensif mencakup penanganan bencana sekaligus upaya pencegahan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Genggulang dan Kotamobagu pada umumnya untuk memperkuat gotong royong dan kewaspadaan lingkungan,” pungkas Weny.
Pemkot Kotamobagu berharap sinergi pemerintah dan masyarakat terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan warga terdampak sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kemudian hari.
Peliput : Owen




