DetailNews.id, Bolmong – Proses pemulihan pascabencana banjir dan banjir bandang di Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan, Kabupaten Bolaang Mongondow, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, kondisi di wilayah terdampak mulai berangsur pulih dengan aktivitas masyarakat yang kembali normal.
Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana sejak hari pertama kejadian.
“Bencana ini menguji ketangguhan kita semua. Namun di saat yang sama, kami menyaksikan betapa kuatnya rasa kemanusiaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan berbagai pihak. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat terdampak, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya,” ujar Yusra.
Ia mengatakan, berkat kerja sama lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI-Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga masyarakat, penanganan pascabencana berjalan dengan baik.
Menurutnya, saat ini pembersihan material lumpur dan sampah telah mencapai sekitar 95 persen. Selain itu, bantuan logistik kepada masyarakat terdampak juga telah disalurkan sebanyak 15 kali selama masa tanggap darurat.
Kondisi tersebut membuat warga perlahan kembali bangkit. Aktivitas masyarakat mulai normal, termasuk kegiatan rumah tangga dan anak-anak yang kembali menjalani rutinitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai beraktivitas normal. Dapur-dapur keluarga kembali menyala, anak-anak mulai menjalani rutinitas mereka, dan warga bersama-sama membersihkan lingkungan,” kata Yusra.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan upaya pemulihan lanjutan, terutama normalisasi sungai untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Normalisasi sungai dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Sulawesi Utara dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara sesuai kewenangan masing-masing di wilayah terdampak.
Bupati menegaskan, proses normalisasi membutuhkan waktu dan perencanaan matang agar dapat memberikan dampak jangka panjang dalam pengurangan risiko bencana.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam penanganan bencana, termasuk BNPB RI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Polda Sulut, Korem 131/Santiago, Forkopimda Bolmong, TNI-Polri, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, OPD, relawan, dunia usaha, insan pers, serta masyarakat.
Namun demikian, Yusra menegaskan bahwa peran masyarakat terdampak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Di tengah kesedihan dan kehilangan, masyarakat tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk bangkit. Semangat kebersamaan inilah yang mempercepat pemulihan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow berharap dukungan seluruh pihak dapat terus berlanjut hingga pemulihan wilayah terdampak benar-benar tuntas.
Peliput : Dayat






